Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Islamabad Saat Salat Jumat: 31 Tewas, 169 Luka-luka

Ledakan bom bunuh diri mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad saat shalat Jumat berlangsung. Puluhan jamaah dilaporkan tewas dalam serangan tersebut yang terjadi tepat setelah shalat dimulai.

Menurut saksi mata, ledakan tersebut sangat kuat dan menyebabkan kerusakan serius pada bangunan masjid. Muhammad Kazim, salah seorang jamaah, menyatakan ledakan terjadi saat mereka masih dalam posisi ruku’ pada awal shalat Jumat.

Kronologi Kejadian dan Reaksi Jamaah

Kazim tiba di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Saat shalat dimulai, terdengar suara tembakan dan ledakan langsung terjadi beberapa detik kemudian. Pecahan kaca dan reruntuhan berjatuhan dari atap masjid, menimbulkan kepanikan di antara jamaah.

Imran Mahmood, jamaah lainnya, menjelaskan terjadi baku tembak antara pelaku bom bunuh diri, seorang rekan pelaku yang diduga, dan relawan keamanan masjid. Pelaku pertama terkena tembakan di paha, namun tetap melanjutkan aksinya dengan meledakkan bom di gerbang masjid.

Dampak dan Penanganan Darurat

Korban tewas mencapai 31 orang dan lebih dari 169 lainnya mengalami luka-luka. Berlainan dengan respons kerusakan, bantuan medis dan ambulans baru tiba sekitar 20-25 menit setelah ledakan, sementara warga yang selamat langsung berusaha mengevakuasi korban.

Pejabat rumah sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) menerima banyak korban luka, menunjukkan skala dampak serangan yang sangat besar. Para pengunjung masjid pun dilarang mendekati lokasi setelah ledakan.

Tanggung Jawab Serangan dan Permasalahan Keamanan

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas insiden ini, menurut laporan SITE Intelligence Group yang memantau aktivitas jihad. Serangan ini menjadi yang paling mematikan di Islamabad sejak ledakan truk bunuh diri di hotel Marriott pada tahun 2008.

Kazim menyatakan bahwa pengamanan di masjid selama ini sangat minim. Keamanan hanya dijaga oleh relawan tanpa peralatan memadai sehingga rentan terhadap serangan. Ia menegaskan pemerintah harus memperhatikan ancaman yang selalu mengintai masjid-masjid Syiah.

Penguatan Keamanan Masjid Syiah

Poin penting terkait keamanan yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

  1. Pemerintah wajib meningkatkan pengawasan dan penjagaan di lokasi ibadah yang rawan.
  2. Penempatan aparat keamanan profesional harus dilakukan secara rutin.
  3. Fasilitas dan peralatan keamanan harus disediakan bagi relawan pengaman.
  4. Pelatihan khusus penanganan ancaman teror di lingkungan ibadah harus digalakkan.

Situasi ini menggarisbawahi kerentanan komunitas Syiah yang sering menjadi sasaran kekerasan ekstremis di Pakistan. Penanggulangan ancaman terorisme memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang demi melindungi warga dan menjaga harmonisasi sosial di negara tersebut.

Berita Terkait

Back to top button