Bolivia Ingin Perkuat Hubungan dengan AS Tanpa Mengorbankan Kerjasama Strategis dengan China

Bolivia tengah berupaya mempererat hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat setelah hampir dua dekade terputus. Menteri Luar Negeri Fernando Aramayo menyatakan, pemerintah baru siap memulihkan hubungan penuh dengan Washington “sesegera mungkin.”

Hubungan antara Bolivia dan AS sempat memburuk di masa pemerintahan Evo Morales. Pada 2008, Morales mengusir duta besar AS atas tuduhan konspirasi terhadap pemerintahannya, dan AS membalas dengan tindakan serupa. Kini, di bawah Presiden Rodrigo Paz yang berasal dari kubu tengah-kanan, Bolivia ingin mengalihkan arah aliansinya dengan pendekatan yang lebih terbuka.

Aramayo bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di Washington untuk membahas pengangkatan kembali duta besar kedua negara. Dia juga mengungkapkan bahwa Bolivia mendukung kembalinya Badan Penegakan Narkotika AS (DEA) guna membantu mengatasi produksi kokain, dimana Bolivia merupakan produsen terbesar ketiga dunia.

Keberhasilan pendekatan ini bergantung pada kemampuan Bolivia menjaga hubungan yang seimbang dengan AS dan China. China merupakan kreditur bilateral terbesar Bolivia dengan investasi lebih dari 1,2 miliar dolar AS di sektor infrastruktur dan pertambangan lithium. Aramayo menegaskan bahwa Bolivia tidak akan memilih antara AS dan China, melainkan membuka dialog dengan semua pihak secara simultan.

Selain membangun hubungan dengan kedua kekuatan dunia tersebut, Bolivia juga ingin memperbaiki hubungan dengan Chile. Meskipun masih mempertahankan klaim atas wilayah pesisir yang hilang sejak perang abad ke-19, Aramayo menyatakan keinginan penuh untuk memulihkan hubungan diplomatik secara menyeluruh dengan negara tetangga tersebut.

Pemerintahan baru Bolivia berambisi meninggalkan kebijakan-kebijakan sosialis yang dipimpin Morales selama tiga periode menjabat. Morales kini menghadapi tuduhan perdagangan manusia terkait hubungan dengan seorang anak di bawah umur, dan saat ini bersembunyi di wilayah Chapare. Pemerintah menegaskan bahwa fokus mereka bukan pada penangkapan Morales, tetapi pada tata kelola negara, pemulihan kepercayaan, dan stabilitas ekonomi.

Berikut poin-poin penting dari perkembangan hubungan Bolivia:

1. Pemerintah Bolivia dan AS segera memulihkan hubungan diplomatik penuh.
2. Bolivia mendukung kembalinya DEA untuk mengawasi produksi kokain.
3. Hubungan erat dengan China tetap dipertahankan, terutama soal investasi lithium.
4. Dialog dengan Chile akan dilanjutkan meski klaim titik pesisir tetap ada.
5. Fokus pemerintah adalah tata kelola, stabilitas ekonomi, dan rekonsiliasi nasional.

Langkah selanjutnya bergantung pada hasil dialog intensif antara Bolivia dan AS yang akan menentukan bentuk kerja sama bilateral ke depan. Pemerintah Bolivia akan tetap berusaha menjaga keseimbangan antara kepentingan geopolitik besar sekaligus memperkuat posisinya di kawasan.

Exit mobile version