India Hindari Minyak Rusia untuk Perkuat Kesepakatan Dagang dengan AS dan Diversifikasi Energi 2026

Author: Qoo Media

Indian refiners mulai menghindari pembelian minyak Rusia untuk pengiriman pada bulan April. Langkah ini diprediksi akan berlanjut lebih lama sebagai bagian dari strategi New Delhi menjalin kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan India semakin mendekati penandatanganan perjanjian perdagangan yang diumumkan beberapa waktu lalu. Kesepakatan ini dirancang untuk menurunkan tarif cukai dan memperdalam kerja sama ekonomi kedua negara.

Tiga perusahaan penyuling minyak utama di India, yaitu Indian Oil, Bharat Petroleum, dan Reliance Industries, menolak tawaran dari pedagang minyak yang berencana mengirim minyak Rusia pada bulan Maret dan April. Sumber perdagangan menyatakan bahwa sebagian pengiriman minyak Rusia di bulan Maret sudah dijadwalkan sebelumnya, namun mayoritas penyuling lain telah berhenti membeli minyak tersebut.

Mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa India “berkomitmen” untuk menghentikan pembelian minyak Rusia secara langsung maupun tidak langsung. Pernyataan ini muncul setelah Trump mencabut tarif sebesar 25% atas barang-barang India yang sebelumnya dikenakan karena pembelian minyak Rusia.

Meski begitu, pemerintah India belum secara resmi mengumumkan penghentian impor minyak dari Rusia. Kementerian Luar Negeri India menegaskan strategi diversifikasi sumber energi sesuai dengan kondisi pasar dan dinamika internasional. Hal ini bertujuan menjaga keamanan energi bagi negara terpadat di dunia.

India menjadi pembeli minyak Rusia terbesar setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun sebelumnya. Impor minyak Rusia oleh India mencapai puncaknya di pertengahan tahun dan menimbulkan kritik dari negara-negara Barat yang menerapkan sanksi terhadap sektor energi Rusia. Sanksi itu diarahkan untuk membatasi pendapatan Rusia dan pendanaan perang di Ukraina.

Salah satu pembeli minyak Rusia yang rutin adalah Nayara Energy, perusahaan swasta yang didukung Rusia dengan kapasitas penyulingan 400.000 barel per hari. Nayara kemungkinan tetap diizinkan membeli minyak Rusia karena penjual lain mengurangi pengiriman setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada perusahaan tersebut.

Namun, Nayara juga tidak berencana melakukan impor minyak Rusia pada bulan April karena akan menjalani pemeliharaan kilang selama satu bulan. Informasi ini berasal dari sumber internal perusahaan.

Jika pemerintah India menginstruksikan, para penyuling mungkin akan kembali membeli minyak Rusia. Pemerintah AS berjanji akan memantau situasi dan dapat mengembalikan tarif jika India melanjutkan impor minyak dari Rusia.

Data terbaru menunjukkan India menurunkan impor minyak Rusia menjadi di bawah 1 juta barel per hari pada bulan Maret, dengan proyeksi penurunan lebih lanjut menjadi antara 500.000 hingga 600.000 barel per hari. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata impor sebesar 1,7 juta barel per hari dalam setahun terakhir.

Penurunan ini juga terlihat dalam data bulan Desember, saat impor minyak Rusia ke India mencapai titik terendah dalam dua tahun terakhir. Sebagai gantinya, penyuling India meningkatkan pembelian minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan.

Secara keseluruhan, pergeseran pembelian minyak ini menunjukkan perubahan strategi India dalam menjaga hubungan dagang sekaligus menyeimbangkan kepentingan geopolitik dan keamanan energi di tengah tekanan global. Hubungan antara India dan Amerika Serikat diperkirakan akan semakin erat dengan adanya kemajuan dalam kesepakatan perdagangan bilateral yang tengah dibangun.

Terbaru