Kecelakaan Helikopter AH-1S Cobra Korea Selatan, 2 Prajurit Warrant Officer Meninggal Saat Latihan

Author: Qoo Media

Dua tentara Angkatan Darat Korea Selatan meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter tempur AH-1S Cobra saat latihan pagi hari. Insiden terjadi di Gapyeong, sekitar 55 kilometer timur laut Seoul, pada pukul 11.04 setelah helikopter lepas landas pukul 09.45 untuk latihan penerbangan.

Kedua korban yang menjabat sebagai warrant officer langsung dilarikan ke rumah sakit sipil. Namun, upaya penyelamatan gagal dan keduanya dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi Kecelakaan

Helikopter mengalami kecelakaan saat melakukan latihan prosedur pendaratan darurat tanpa mematikan mesin. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan belum ditentukan oleh otoritas militer Korea Selatan.

Tidak ada kebakaran, ledakan, atau korban sipil yang terluka akibat insiden tersebut. Foto dari lokasi menunjukkan badan helikopter tertutup terpal di tepi sungai berbatu.

Tindakan Militer Usai Kecelakaan

Angkatan Darat segera menghentikan seluruh operasi penerbangan helikopter AH-1S Cobra yang digunakan. Tim investigasi kecelakaan pun dibentuk untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

AH-1S Cobra merupakan helikopter tempur legasi bermesin tunggal buatan Amerika Serikat, yang telah lama digunakan oleh militer Korea Selatan. Penangguhan penerbangan ini dilakukan demi memastikan keselamatan penerbangan di masa mendatang.

Data Penting Mengenai Insiden

  1. Lokasi kecelakaan: Gapyeong, sekitar 34 mil timur laut Seoul
  2. Waktu lepas landas: 09.45 pagi
  3. Waktu kecelakaan: 11.04 pagi
  4. Korban: Dua tentara Angkatan Darat Korea Selatan dengan pangkat warrant officer
  5. Penyebab: Belum ditentukan, sedang diselidiki

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan penerbangan militer yang menjadi perhatian para pejabat dan masyarakat. Penyelidikan yang mendalam diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa depan serta memastikan kesiapan dan keselamatan personel militer.

Angkatan Darat Korea Selatan menegaskan komitmen untuk transparansi selama proses investigasi. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Terbaru