Penembakan Sekolah Tumbler Ridge: ‘Gunperson’ Bersenjata dalam Gaun Tewaskan 9 Orang, 27 Luka-luka

Seorang pelaku penembakan mengenakan gaun menewaskan sembilan orang di sebuah sekolah di Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada. Insiden ini terjadi pada Selasa siang dan menjadi kasus penembakan sekolah terburuk di Kanada dalam lebih dari 30 tahun.

Tujuh korban ditemukan tewas di Tumbler Ridge Secondary School, sementara dua lainnya ditemukan di sebuah rumah di dekat lokasi kejadian. Selain itu, 27 orang terluka, termasuk dua dengan cedera yang mengancam nyawa.

Kronologi dan Penanganan Insiden

Pihak berwenang menerima laporan adanya penembak aktif yang awalnya digambarkan sebagai “perempuan mengenakan gaun” di sekolah itu. Kemudian, polisi merujuk pelaku sebagai “gunperson”, memicu spekulasi bahwa pelaku mungkin merupakan seorang transgender.

Dalam operasi penyisiran, polisi menemukan enam korban tewas di dalam sekolah dan satu korban meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Dua korban lainnya ditemukan tewas di rumah yang diduga terkait insiden ini.

Pelaku juga ditemukan tewas akibat luka tembak di tubuhnya sendiri, menurut pernyataan resmi Royal Canadian Mounted Police (RCMP). Penyidik saat ini masih berusaha mengungkap motif kejadian tersebut.

Dampak dan Respon Komunitas

Superintendent RCMP Ken Floyd mengapresiasi kerja sama cepat pihak sekolah, petugas darurat, dan komunitas setempat dalam menangani situasi ini. Ia menyebut kejadian ini sebagai hari yang sangat sulit dan emosional bagi warga Tumbler Ridge.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan rasa duka dan batal mengikuti perjalanan dinasnya ke Munich Security Conference akibat tragedi tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban melalui media sosial.

David Eby, Premier British Columbia, menyebut insiden ini sebagai “tragedi yang menghancurkan dan tak terbayangkan”. Ia juga menekankan bahwa respons cepat petugas telah mencegah kerugian yang lebih besar.

Pengalaman Siswa Selama Lockdown

Seorang siswa bernama Darian Quist menceritakan bahwa dirinya dan teman-teman kelasnya mengamankan ruang kelas dengan meja dan memblokir pintu saat mendengar pengumuman lockdown. Mereka berdiam selama lebih dari dua jam hingga polisi tiba dan mengawal evakuasi.

Ibu Darian, Shelley Quist, mengungkapkan rasa lega saat akhirnya dapat bertemu dan memeluk anaknya setelah kawasan dinyatakan aman. Ia mengatakan bahwa kini anaknya tidak akan jauh dari pengawasannya.

Latar Belakang Sosial dan Hukum di Kanada

Tumbler Ridge, dengan populasi sekitar 2.400 jiwa, terletak di pegunungan Rocky dekat perbatasan Alberta. Provinsi Alberta sendiri baru-baru ini mengeluarkan aturan ketat terkait isu transgender, seperti larangan bagi remaja transgender untuk mengikuti olahraga wanita.

Di tingkat nasional, Kanada memiliki undang-undang seperti Bill C-16 yang mengakui hak transgender dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan hukum pidana. Undang-undang ini bertujuan melindungi warga transgender dari diskriminasi dan kejahatan kebencian.

Namun, sejumlah kritikus menilai undang-undang tersebut terlalu ketat. Kontroversi ini turut mempengaruhi perdebatan sosial terkait kebijakan gender di Kanada.

Sejarah Tragedi Penembakan di Kanada

Insiden ini merupakan tragedi penembakan sekolah terburuk di Kanada pasca-kejadian 1989 di École Polytechnique, Montreal, yang menewaskan 14 perempuan. Negara pun kemudian memperketat regulasi kepemilikan senjata api.

Dalam sejarah kekerasan massal terbaru, penembakan di Nova Scotia pada 2020 menewaskan 22 orang di beberapa komunitas pedesaan. Selain itu, serangan kendaraan di Vancouver yang menargetkan festival budaya Filipina pada April lalu menyebabkan 11 kematian.

Tumbler Ridge Secondary School memiliki sekitar 175 siswa dari kelas tujuh sampai dua belas. Usia siswa berkisar antara 12 hingga 18 tahun. Tumbler Ridge merupakan kota kecil yang jauh dari pusat kota besar, berjarak sekitar 736 mil dari Vancouver.

Penyelidikan terkait insiden ini masih berlangsung dan pihak berwenang terus melakukan pencarian di rumah dan properti lain untuk memastikan tidak ada korban tambahan. Polisi juga berjanji akan mengungkap fakta lengkap terkait motif dan kronologi tragedi tersebut.

Berita Terkait

Back to top button