9 Orang Tewas & Puluhan Luka Parah dalam Penembakan di Sekolah & Rumah di British Columbia, Kanada

Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangkaian penembakan di sebuah sekolah menengah dan sebuah rumah di bagian timur laut provinsi British Columbia, Kanada. Polisi setempat menyatakan bahwa tersangka pelaku penembakan sudah ditemukan meninggal dunia.

Dalam konferensi pers, Wakil Komisaris Polisi Kerajaan Kanada (RCMP) cabang British Columbia, Dwayne McDonald, mengidentifikasi tersangka sebagai Jesse Van Rootselaar, seorang remaja berusia 18 tahun yang tinggal di komunitas kecil tempat sekolah tersebut berada. McDonald menjelaskan bahwa Jesse lahir sebagai laki-laki biologis dan sejak sekitar enam tahun lalu mulai melakukan transisi gender serta mengenalkan dirinya sebagai perempuan secara sosial dan publik.

Pelaku penembakan ditemukan sudah meninggal akibat luka tembak yang diduga adalah bunuh diri. McDonald menegaskan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal dan petugas masih mengumpulkan bukti. Penembakan pertama kali dilaporkan sekitar pukul 13.20 waktu Pasifik di Tumbler Ridge Secondary School, menurut rilis RCMP.

Dari lokasi sekolah, polisi menemukan enam orang tewas di dalam gedung, dan satu korban meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Korban terdiri dari dua siswa laki-laki, tiga siswa perempuan, dan seorang guru perempuan dewasa. Selain itu, petugas juga mengamankan TKP kedua di sebuah rumah yang diduga terkait dengan kejadian di sekolah.

Di rumah tersebut, ditemukan dua orang tewas, yaitu seorang wanita dewasa dan seorang anak laki-laki. Keduanya diduga adalah ibu dan saudara laki-laki dari pelaku penembakan, meskipun rincian luka mereka belum diungkap. Polisi mengonfirmasi bahwa dua senjata api, yaitu satu senapan laras panjang dan satu pistol, berhasil diamankan dari lokasi kejadian.

Korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit mengalami cedera serius hingga mengancam nyawa. Selain itu, sekitar 25 orang lainnya mendapatkan perawatan di pusat medis setempat untuk luka yang tidak mengancam jiwa. Motif penembakan belum diketahui, dan polisi masih menyelidiki hubungan antara pelaku dan para korban.

Sebagai langkah tanggap darurat, distrik sekolah Peace River South menerapkan kebijakan lockdown dan secure and hold di Tumbler Ridge Secondary School serta Tumbler Ridge Elementary School. Kedua sekolah juga ditutup hingga akhir pekan ini sebagai bentuk antisipasi dan memastikan keamanan siswa.

Tumbler Ridge, kota kecil yang berpenduduk sekitar 2.700 jiwa, digambarkan oleh Walikota Darry Krakowka sebagai komunitas yang erat dan saling mengenal satu sama lain. Ia menyatakan bahwa investigasi oleh RCMP masih berlangsung tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai identitas pelaku.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan kesedihan mendalam atas insiden tersebut dan menunda kunjungannya ke dua kota lain untuk berkonsentrasi pada penanganan tragedi. Pernyataan dukacita juga disampaikan oleh Perdana Menteri Provinsi British Columbia, David Eby, yang menjanjikan dukungan penuh kepada masyarakat selama masa pemulihan.

Dalam konteks sejarah kekerasan bersenjata di Kanada, insiden ini termasuk yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Walaupun serangan massal jarang terjadi di sekolah, negara ini pernah mengalami beberapa tragedi besar, termasuk penembakan di Universitas Ecole Polytechnique Montreal pada 1989 yang menewaskan 14 perempuan dan peristiwa serupa di Nova Scotia pada 2020 dengan 22 korban jiwa.

Pemerintah Kanada telah memberlakukan larangan senjata serbu pasca tragedi Nova Scotia. Namun, masih terjadi beberapa insiden penembakan terkait kekerasan dalam berbagai skala di beberapa wilayah. Insiden baru-baru ini di British Columbia menegaskan perlunya perhatian lanjutan terhadap masalah keselamatan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Berikut ringkasan fakta penting dari kasus penembakan di British Columbia:

1. Jumlah korban tewas: 9 orang termasuk pelaku.
2. Lokasi insiden: Sekolah Menengah Tumbler Ridge dan sebuah rumah terkait.
3. Korban luka-luka: Puluhan orang, dengan beberapa kritis.
4. Pelaku: Jesse Van Rootselaar, 18 tahun, bertransisi menjadi perempuan.
5. Senjata: Senapan laras panjang dan pistol diamankan petugas.
6. Motif: Masih dalam penyelidikan polisi.
7. Tindakan sekolah: Lockdown dan penutupan hingga akhir pekan.
8. Dukungan pemerintah: Pernyataan resmi dari PM Kanada dan PM British Columbia.
9. Konteks nasional: Penembakan massal jarang, tapi pernah terjadi beberapa kali.

Penyelidikan terkait insiden ini terus berlanjut untuk memetakan kronologi kejadian dan mengungkap motif yang mendasarinya. Polisi dan masyarakat di British Columbia fokus pada pemulihan dan bantuan kepada keluarga korban setelah tragedi yang mengguncang komunitas kecil tersebut.

Exit mobile version