Kota kecil Tumbler Ridge di British Columbia, Kanada, mengalami tragedi penembakan sekolah terburuk dalam beberapa dekade ketika seorang wanita berusia 18 tahun menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya. Pelaku yang diduga melakukan penembakan ini juga membunuh ibu dan saudara tirinya di rumah sebelum menuju sekolah.
Pihak kepolisian masih menyelidiki motif pelaku, namun diketahui sebelumnya pelaku memiliki riwayat masalah kesehatan mental yang pernah ditangani oleh aparat. Pemerintah Kanada menurunkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan dan Perdana Menteri Mark Carney beserta pejabat nasional memberikan penghormatan dengan pidato dan doa di Parlemen.
Korban Penembakan
Korban yang meninggal terdiri dari satu guru wanita, tiga murid perempuan berusia 12 tahun, dua murid laki-laki berusia 12 dan 13 tahun, serta dua anggota keluarga pelaku. Salah satu korban yang turut tewas adalah Kylie Smith, murid berusia 12 tahun, yang keluarganya menyebutnya sebagai “jiwa yang indah” dan mengajak orang tua mengungkapkan kasih sayang setiap hari kepada anak.
Selain korban meninggal, dua orang terluka parah termasuk Maya Edmonds, 12 tahun, yang kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Anak-anak Vancouver akibat luka tembak di kepala dan leher. Pihak keluarga Maya berharap keajaiban sambil terus menunggu pemulihan.
Profil Pelaku
Pelaku bernama Jesse Van Rootselaar, seorang perempuan berusia 18 tahun dari Tumbler Ridge yang telah meninggalkan sekolah sekitar empat tahun lalu. Polisi menyatakan telah berkunjung ke kediamannya beberapa kali selama beberapa tahun terakhir karena kekhawatiran masalah kesehatan mental dan perilaku menyakiti diri.
Jesse diketahui terlahir sebagai laki-laki dan sekitar enam tahun lalu mulai menjalani proses transisi menjadi perempuan secara sosial dan publik. Tidak ada bukti yang menunjukkan pelaku pernah mengalami perundungan akibat transisinya di sekolah. Polisi belum menemukan catatan atau komunikasi yang menjelaskan motif penembakan.
Kronologi Penembakan
Polisi mencatat bahwa pelaku pertama-tama membunuh ibu dan saudara tirinya di rumah sebelum menuju ke Tumbler Ridge Secondary School. Laporan penembakan aktif masuk pukul 14.20 waktu setempat dan polisi segera tiba di lokasi. Sekitar pukul 14.30, alarm lockdown berbunyi dan siswa memanfaatkan meja untuk mengamankan ruang kelas mereka.
Seorang anggota keluarga pelaku yang masih muda berhasil menghubungi tetangga untuk memanggil polisi pada pukul 14.47. Pelaku ditemukan meninggal dunia di sekolah dengan dugaan luka tembak yang menyerupai bunuh diri. Petugas menemukan korban meninggal di beberapa lokasi dalam gedung sekolah, dengan dua orang dirawat di rumah sakit dan puluhan lainnya mendapat perawatan medis.
Reaksi Komunitas
Ratusan warga Tumbler Ridge berkumpul di alun-alun untuk mengenang korban dengan menyalakan lilin dan meletakkan bunga. Wali Kota Darryl Krakowka menyatakan bahwa kota kecil ini ibarat sebuah keluarga besar yang tengah berduka. Ia mengajak masyarakat untuk saling mendengarkan dan mendukung satu sama lain dalam masa sulit.
Tumbler Ridge, yang berpenduduk sekitar 2.400 jiwa, dulunya berkembang sebagai komunitas pertambangan batu bara tetapi tambang utama telah tutup. Perdana Menteri Carney memuji ketangguhan warga dalam menghadapi musibah, menegaskan bahwa kota ini dikenal karena tidak meninggalkan satu pun warganya dalam kesulitan.
Peristiwa tragis ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian Kanada. Identitas resmi korban yang tewas dan yang terluka masih belum dirilis yang bertujuan menjaga privasi keluarga di masa berduka. Pemerintah provinsi British Columbia telah menetapkan hari berkabung nasional sebagai penghormatan kepada para korban dan mendukung proses pemulihan masyarakat Tumbler Ridge.
