Dua anak meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka akibat serangan drone yang menimpa sebuah masjid di wilayah Sudan tengah. Serangan yang terjadi pada dini hari hari Rabu ini menargetkan Masjid Sheikh Ahmed al-Badawi di Negara Bagian North Kordofan, saat para anak tersebut sedang belajar Al-Quran.
Kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) diduga melakukan serangan tersebut dalam konteks perang saudara yang berlangsung selama tiga tahun dengan Angkatan Bersenjata Sudan. Menurut Sudan Doctors Network, serangan ini merupakan pelanggaran berat hukum kemanusiaan internasional serta serangan serius terhadap tempat ibadah.
Para korban anak-anak menjadi sasaran dalam aksi ini, yang menurut dokter Sudan adalah sebuah kejahatan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Organisasi ini mengingatkan bahwa penyerangan terhadap anak-anak di dalam masjid menunjukkan eskalasi berbahaya dalam pola pelanggaran berulang terhadap warga sipil.
RSF sebelumnya juga telah melakukan penyerangan terhadap bangunan keagamaan lainnya seperti sebuah gereja di Khartoum dan masjid lain di El-Fasher. Pola ini mencerminkan ketidakpedulian sistematis terhadap kesucian nyawa dan tempat ibadah, menurut laporan Sudan Doctors Network.
Untuk itu, jaringan dokter ini menyerukan kepada komunitas internasional, PBB, serta organisasi HAM dan kemanusiaan untuk segera bertindak. Tindakan yang diminta termasuk memberikan tekanan agar serangan terhadap warga sipil dihentikan, perlindungan terhadap mereka dijamin, serta membuka koridor aman untuk bantuan medis dan kemanusiaan.
Selain itu, PBB melaporkan bahwa serangan drone juga terjadi di infrastruktur sipil di Negara Bagian South Kordofan, North Kordofan, dan West Kordofan. Satu gudang Program Pangan Dunia (WFP) di Kadugli juga menjadi sasaran dugaan serangan roket pada malam sebelumnya.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menekankan betapa tragisnya fakta bahwa peringatan agar tidak menargetkan warga sipil, sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah harus disampaikan hampir setiap hari. PBB memperingatkan bahwa perang saudara di Sudan kini meluas dari wilayah Darfur ke Kordofan.
PBB mencatat lebih dari 90 warga sipil tewas dan 142 terluka akibat serangan drone antara akhir Januari hingga awal Februari. RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan sama-sama terlibat dalam operasi tersebut. Sasaran serangan meliputi konvoi WFP, pasar-pasar, fasilitas kesehatan, dan kawasan permukiman di wilayah selatan dan utara Kordofan.
Kasus ini kembali menyoroti krisis kemanusiaan yang mendalam di Sudan dan perlunya perhatian serta tindakan internasional yang lebih tegas untuk mengakhiri kekerasan yang terus menimpa warga sipil di kawasan konflik.
