Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa Kyiv telah mendukung proposal perdamaian dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dengan Rusia. Dukungan ini dilakukan sebagai upaya mempercepat tercapainya kesepakatan, terutama saat Presiden Donald Trump berusaha menyelesaikan konflik sebelum pemilihan tengah masa di Amerika Serikat.
Dalam wawancara yang dipublikasikan oleh The Atlantic, Zelenskiy menegaskan kesiapan Ukraina menggelar pemilihan presiden maupun referendum terkait kesepakatan damai. Namun, Ukraina tidak akan menerima perjanjian yang merugikan kepentingan nasionalnya. “Taktik kami adalah membuat Amerika tidak berpikir bahwa kami ingin melanjutkan perang,” ujar Zelenskiy.
Zelenskiy menegaskan Ukraine tidak takut menghadapi pemilihan maupun referendum. “Apakah kami siap untuk pemilihan? Kami siap. Apakah kami siap untuk referendum? Kami siap,” katanya. Sejak pertemuan yang tegang dengan Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance di Kantor Oval pada Februari 2025, Zelenskiy berupaya membangun hubungan yang baik dengan Washington.
Namun, Zelenskiy menolak usulan mengumumkan pemungutan suara pada 24 Februari, hari jadi empat tahun invasi Rusia, karena beberapa poin penting seperti gencatan senjata dan jaminan keamanan dari AS belum disepakati. Dia menyatakan, “Tidak seorang pun yang berusaha mempertahankan kekuasaan. Saya siap untuk pemilihan. Tapi kami membutuhkan keamanan, jaminan pengamanan, dan gencatan senjata.”
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Zelenskiy bukan mitra negosiasi yang sah karena belum menjalani pemilihan ulang sejak 2019. Meski begitu, Zelenskiy mengatakan dokumen tentang jaminan keamanan untuk Ukraina hampir siap ditandatangani. Namun, beberapa rincian masih belum tuntas, seperti apakah AS akan membantu menembak jatuh rudal yang masuk ke wilayah Ukraina jika Rusia melanggar kesepakatan.
Zelenskiy menegaskan bahwa isu-isu tersebut terus diangkat dalam pembahasan. “Kami harus memastikan semua hal itu tertulis jelas dalam dokumen,” ujarnya. Kesepakatan yang diharapkan meliputi keamanan bagi Ukraina dalam jangka panjang dan penghentian invasi secara permanen.
Untuk memahami penguatan posisi Ukraina dalam pembicaraan damai, berikut poin-poin penting terkait:
1. Dukungan penuh Kyiv terhadap proposal perdamaian AS.
2. Kesiapan Ukraina menggelar pemilihan dan referendum terkait kesepakatan.
3. Penolakan terhadap kesepakatan yang merugikan kepentingan nasional.
4. Masih adanya pembahasan mengenai jaminan keamanan dan gencatan senjata.
5. Tekanan terhadap Rusia agar menghormati proses demokrasi dan keamanan Ukraina.
Dengan pendekatan ini, Zelenskiy menegaskan bahwa tujuan utama Ukraina adalah mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Keputusan final mengenai pemungutan suara terkait kesepakatan akan diambil berdasarkan kondisi keamanan dan jaminan yang memadai. Pendekatan ini berbeda dengan klaim Rusia yang meragukan legitimasi kepemimpinan Zelenskiy. Ukraina tetap berusaha menjaga kedaulatan dan masa depan yang damai melalui dialog yang konstruktif dengan Amerika Serikat dan mitra internasional lainnya.







