Demonstrasi besar berlangsung di ibu kota Venezuela, Caracas, saat Majelis Nasional membahas rancangan undang-undang amnesti bagi narapidana politik. Aksi protes ini terjadi bersamaan dengan Hari Pemuda Nasional Venezuela dan menjadi sorotan utama sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintahan interim Presiden Delcy Rodriguez.
Rodriguez mengambil alih kekuasaan setelah Presiden Nicolas Maduro dinyatakan diculik oleh Amerika Serikat pada awal tahun ini. Pemerintahannya menggerakkan pendukung untuk melakukan demo tandingan, sehingga kedua kelompok tersebut berhasil mengumpulkan ribuan peserta di jalanan.
Pembahasan rancangan undang-undang amnesti tersebut memang menjadi titik perhatian utama. RUU ini bertujuan memberikan pembebasan bagi tahanan politik yang ditangkap selama rezim Maduro, namun pemungutan suara final ditunda meski sebelumnya dijadwalkan selesai pekan ini.
Sejak menjabat, Rodriguez telah membebaskan ratusan tahanan politik sebagai langkah konkrit dan kompromi dengan pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump. Langkah politik lain termasuk penghentian pengiriman minyak Venezuela ke Kuba dan pelonggaran regulasi industri minyak negara agar lebih terbuka bagi perusahaan asing.
Amnesti politik merupakan tuntutan lama oposisi dan organisasi hak asasi manusia. Namun, sejumlah pihak mengkritik kurangnya transparansi dan kejelasan pelaksanaan, terutama terkait siapa saja yang berhak menerima amnesti karena RUU ini belum dibacakan secara terbuka.
Rodriguez menyatakan bahwa amnesti adalah upaya memperbaiki luka akibat konfrontasi yang selama ini terjadi, mencakup periode kekerasan politik dari 1999 hingga kini. Istimewanya, RUU ini mencakup tuduhan pengkhianatan, terorisme, dan penyebaran kebencian yang menjadi dasar penahanan banyak aktivis selama dua dekade terakhir.
Di sisi lain, RUU tersebut tidak mencakup pembebasan bagi pelaku kejahatan berat seperti pembunuhan, perdagangan narkoba, korupsi, dan pelanggaran HAM. Hal ini bertujuan untuk membatasi amnesti agar tidak berlaku bagi pelanggaran serius, seperti dilaporkan oleh media.
Alex Neve, anggota Misi Pencari Fakta Independen PBB untuk Venezuela, menilai RUU ini membuka peluang keadilan bagi mereka yang ditahan secara tidak adil. Neve menekankan pentingnya proses transparan dan keterlibatan aktif masyarakat sipil dalam pelaksanaannya.
Kritik juga datang dari organisasi hak asasi manusia Foro Penal yang mencatat pembebasan tahanan politik baru mencapai 431 orang, lebih rendah dari klaim pemerintah. Selain itu, diperkirakan masih ada lebih dari 600 tahanan politik yang belum dibebaskan. Contoh kasus kontroversial adalah Juan Pablo Guanipa, politikus oposisi yang dibebaskan namun langsung dikenakan tahanan rumah.
Isu Pemilu dan Pemimpin Oposisi
RUU amnesti juga menghapus larangan mencalonkan diri bagi sejumlah tokoh oposisi, termasuk Maria Corina Machado, pemenang Nobel Perdamaian. Pemerintah Maduro sebelumnya dituduh menggunakan kekerasan negara untuk menekan oposisi, termasuk melalui penculikan paksa dan penyiksaan.
Dalam pemilu terakhir, Maduro mengklaim kemenangan untuk masa jabatan ketiga secara kontroversial. Machado yang awalnya didukung koalisi oposisi dilarang mencalonkan diri, begitu juga penggantinya, Corina Yoris. Edmundo Gonzalez menggantikan mereka dan tetap menyatakan kemenangan sebagai pemenang sah, didukung oleh para ahli independen.
Jorge Rodriguez, ketua Majelis Nasional sekaligus saudara Presiden, menyatakan tidak akan ada pemilu presiden baru dalam waktu dekat karena fokus harus pada stabilisasi. Pemerintahan Trump juga menolak tekanan untuk menggelar pemilu baru meski oposisi mengklaim mandat untuk memerintah.
Kontroversi Peran Pengusaha Minyak AS
Hari yang sama, mantan Presiden Trump menyangkal keterlibatan pengusaha minyak AS, Harry Sargeant III, dalam pengambilan keputusan terkait Venezuela. Trump menegaskan bahwa tidak ada orang di luar Departemen Luar Negeri AS yang berwenang mewakili pemerintah dalam urusan tersebut.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan bahwa Sargeant memberi saran terkait akses cadangan minyak Venezuela, yang menjadi fokus utama kebijakan Trump. Sargeant dikenal sebagai donatur Partai Republik dengan hubungan dekat ke industri minyak Venezuela serta hubungan pribadi dengan Trump melalui olahraga golf.
Trump menambahkan bahwa pemerintahannya menjalani hubungan sangat baik dengan pemerintahan Rodriguez dan menyebut hubungan kedua negara sebagai "luar biasa". Menteri Energi Trump, Chris Wright, bahkan melakukan kunjungan resmi ke Caracas untuk menegaskan kerja sama dalam produksi minyak, kunjungan kabinet AS pertama ke Venezuela sepanjang masa jabatan Trump.
Demonstrasi dan perdebatan RUU amnesti ini menjadi babak penting dalam dinamika politik Venezuela. RUU tersebut mewakili peluang sekaligus tantangan untuk memperbaiki rekonsiliasi nasional serta parlemen dan pemerintah tetap berada di bawah pengawasan ketat dari berbagai kelompok termasuk warga sipil dan pengamat internasional.
