Pasar hewan ternak di pinggiran Kota Nablus, West Bank, menjadi pusat transaksi bagi penduduk setempat yang ingin membeli domba dan kambing. Pasar ini buka dua kali seminggu, tepatnya setiap Selasa dan Kamis pagi, mulai pukul 6 hingga 9.
Di waktu sangat pagi sebelum fajar, truk-truk yang dikemudikan para peternak dan gembala tradisional dari desa-desa sekitar mulai berdatangan membawa hewan ternak ke sebuah lapangan terbuka dekat Kamp Pengungsi Balata.
Para pembeli berkumpul meski udara masih dingin. Beberapa di antara mereka menghangatkan diri dengan api unggun kecil yang dibuat dari sofa tua. Harga hewan ditentukan langsung melalui tawar-menawar di lokasi pasar.
Rata-rata harga domba saat ini sekitar 40 shekel per kilogram. Masyarakat setempat melaporkan bahwa harga hewan ternak terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Ini disebabkan oleh berkurangnya lahan penggembalaan akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel di wilayah tersebut.
Permintaan domba dan kambing meningkat pesat menjelang bulan Ramadan umat Muslim. Namun masa paling sibuk justru terjadi saat perayaan Idul Adha. Pada momen ini, penyembelihan hewan ternak memiliki makna ritual dan budaya yang sangat penting bagi komunitas setempat.
Berikut adalah beberapa fakta penting terkait pasar hewan ternak di West Bank:
1. Pasar beroperasi setiap Selasa dan Kamis sejak pukul 6 pagi hingga 9 pagi.
2. Hewan ternak dibawa dari desa-desa oleh para peternak dan gembala tradisional.
3. Lokasi pasar berada di dekat Kamp Pengungsi Balata, Nablus.
4. Harga domba rata-rata berkisar 40 shekel per kilogram, mengalami tren kenaikan.
5. Penyebab utama kenaikan harga adalah berkurangnya lahan penggembalaan akibat konflik dengan pemukim Israel.
6. Permintaan meningkat tajam menjelang Ramadan dan puncaknya saat Idul Adha.
Aktivitas pasar ini bukan hanya soal transaksi jual beli, melainkan juga mengikat nilai sosial dan keagamaan masyarakat Palestina di West Bank. Pasar hewan ternak ini menjadi cermin kehidupan sehari-hari yang bercampur dengan dinamika politik dan ekonomi di wilayah yang masih mengalami konflik.
Foto-foto dari pasar ini memperlihatkan suasana khas dan interaksi hangat antara para penjual dan pembeli di tengah cuaca dingin pagi buta. Foto-foto tersebut juga menjadi saksi visual bagaimana tradisi turun-temurun masih terjaga di tengah tantangan masa kini.





