India Setujui Pembelian Senjata £30 Miliar dari AS dan Prancis, Modernisasi Militer & Perkuat Aliansi Barat

India mengesahkan pembelian senjata senilai £30 miliar sebagai bagian dari langkah modernisasi militer dan pemantapan hubungan strategis dengan sekutu Barat. Paket pengadaan ini mencakup pesawat tempur Rafale dari Prancis, pesawat pengintai jarak jauh Poseidon buatan Amerika Serikat, serta rudal tempur berteknologi tinggi.

Langkah ini menandai pergeseran kebijakan pertahanan India yang selama ini bergantung pada Rusia sebagai mitra utama. Fokus baru ini bertujuan menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari China dan Pakistan.

Modernisasi Udara dengan Rafale dan Poseidon

Pengadaan 114 pesawat tempur Rafale multi-peran serta enam pesawat pengintai P-8I maritime surveillance akan meningkatkan kemampuan dominasi udara India. Juru bicara Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa Rafale akan memperkuat kemampuan serangan ofensif jarak jauh dan peningkatan daya tangkal Angkatan Udara India.

India sudah mengoperasikan dua skuadron Rafale dan menandatangani kontrak untuk 26 pesawat varian laut stealth bagi angkatan lautnya. Poseidon digunakan untuk memantau aktivitas militer China yang meningkat di Samudera Hindia.

Tantangan dari Konflik dengan Pakistan dan China

Konflik udara yang singkat dengan Pakistan memicu kepanikan, dimana Pakistan mengklaim menembak jatuh enam pesawat India termasuk tiga Rafale. India membenarkan kerugian namun tidak mengungkap angka pasti. Pakistan menggunakan pesawat J-10 buatan China yang dilengkapi rudal PL-15 dengan jangkauan sampai 125 mil.

Dalam konflik tersebut, Angkatan Udara India sempat menghentikan penerbangan selama dua hari untuk evaluasi taktik sebelum melanjutkan serangan. Kejadian ini menunjukkan kebutuhan mendesak penguatan militer India untuk menghadapi ancaman dua front sekaligus.

Dukungan dan Kerja Sama Pertahanan Barat

India memperkuat hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat dan Prancis sebagai reaksi atas peningkatan kekuatan militer China di kawasan. Baru-baru ini, India menerima tiga helikopter tempur Apache AH-64 dari AS beserta skuadron kedua helikopter pemburu kapal selam MH-60R Seahawk.

Dalam upaya mengimbangi perkembangan kekuatan udara China dan angkatan laut PLA, India merencanakan pembelian dua sampai tiga skuadron pesawat tempur generasi kelima. Pesawat Sukhoi-57 Rusia dan F-35 Amerika dipertimbangkan sebagai kandidat.

Latar Belakang Strategis dan Kerjasama Diplomatik

Negosiasi paket pembelian harus melalui rapat Dewan Akuisisi Pertahanan dan disetujui oleh Komite Keamanan Kabinet India yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Kesepakatan pembelian Rafale bakal diumumkan pada kunjungan presiden Prancis Emmanuel Macron ke India.

Selain aspek militer, India sedang mengembangkan hubungan dagang strategis dengan Uni Eropa dan Inggris. Pada bulan Oktober, India dan AS menandatangani kerangka kerjasama pertahanan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan.

Gambaran Modernisasi dan Tantangan Geopolitik

Modernisasi ini merupakan respons India terhadap pertumbuhan cepat kekuatan udara dan angkatan laut China. Para analis menyebutkan bahwa India mengalami kesulitan mempertahankan jumlah skuadron memadai untuk menghadapi ancaman dua arah dari China dan Pakistan.

Investasi pada platform pengintaian maritim seperti P-8I menjadi krusial untuk memonitor aktivitas angkatan laut China yang berkembang pesat. Kebutuhan akan peralatan militer modern dan kerja sama internasional menjadi kunci bagi India dalam memperkuat posisi militernya di kawasan Indo-Pasifik.

Terkait