Imran Khan di Penjara Alami Kehilangan 85% Penglihatan Mata Kanan, Pihak Hukum Desak Perawatan Khusus

Bekas Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dilaporkan mengalami kehilangan hingga 85% penglihatan di mata kanannya saat menjalani masa tahanan. Informasi ini disampaikan oleh pengacara Khan dalam laporan resmi yang diajukan ke Mahkamah Agung.

Kondisi penglihatan Khan mulai terganggu sejak Oktober, namun baru satu bulan lalu pihak berwenang mendapatkan laporan medis terkait masalah ini. Menteri Urusan Parlemen Pakistan, Tariq Fazal, menyatakan bahwa Khan sudah menjalani prosedur medis di rumah sakit pada tanggal 24 Januari dan menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh untuk kesehatan mantan perdana menteri tersebut.

Protes dan Tuntutan Akses Medis

Beberapa kelompok kecil pendukung Imran Khan menggelar aksi di beberapa kota besar Pakistan, termasuk Karachi dan Islamabad. Para pengunjuk rasa mengecam pemerintah dan menuntut agar Khan diberikan akses ke dokter pribadinya tanpa hambatan. Salina Khan, anggota parlemen dari partai Imran, menegaskan pentingnya izin bagi panel dokter pilihan Khan untuk menangani perawatan medis mantan perdana menteri tersebut.

Polisi di Islamabad berhasil membendung march kelompok oposisi yang berusaha menggelar demonstrasi di luar gedung parlemen. Kendati demikian, dukungan terhadap Khan tetap muncul meski dalam jumlah terbatas, menandakan besarnya popularitas dan kekhawatiran publik terkait kondisi kesehatannya di penjara.

Kondisi Medis dan Penanganan

Menurut laporan medis yang diajukan ke Mahkamah Agung pada awal Februari, Khan didiagnosis mengalami central retinal vein occlusion (penyumbatan vena retina tengah) di mata kanannya. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter mata di sel tahanan di Rawalpindi. Setelah itu, Khan dibawa ke Pakistan Institute of Medical Sciences di Islamabad untuk menjalani prosedur singkat selama 20 menit di ruang operasi dengan persetujuan dirinya.

Pengacara Khan menyebutkan bahwa kondisi penglihatannya semakin memburuk, menyebabkan mata Kanannya tampak berair dan Khan sering mengelap dengan tisu. Ia juga terlihat sangat terganggu dan stress akibat gejala penglihatan kabur dan buram yang dialaminya tersebut. Mahkamah Agung kemudian memberikan tenggat sampai 16 Februari untuk pihak berwenang agar memberikan akses Khan kepada dokter pribadinya dan anggota keluarga guna melakukan evaluasi medis lebih mendalam.

Konflik Politik dan Isu Penahanan

Imran Khan yang berusia 73 tahun saat ini menjalani hukuman 14 tahun penjara terkait kasus korupsi yang dia nilai sebagai rekayasa politik oleh militer Pakistan guna menghalanginya kembali berkiprah di dunia politik. Tuduhan ini selalu dibantah keras oleh tentara. Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang dipimpin Khan masih menjadi kekuatan besar dalam politik Pakistan, meski partai ini mengalami tekanan dan tindakan keras setelah penangkapan Khan pada Mei tahun lalu yang memicu kerusuhan nasional.

Partai PTI mengklaim bahwa hasil pemilu terakhir dirusak oleh kecurangan sehingga mereka kehilangan kursi kunci yang memungkinkan partai tersbeut membentuk pemerintahan koalisi. Tuduhan kecurangan ini dibantah oleh pemerintah dan koalisi pimpinan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Data Penting tentang Kondisi dan Penanganan Medis Imran Khan

InformasiDetail
Persentase kehilangan penglihatan85% di mata kanan
Diagnosis medisCentral retinal vein occlusion
Tanggal prosedur medis24 Januari
Durasi prosedur20 menit
Lokasi prosedurPakistan Institute of Medical Sciences
Tanggal batas Mahkamah Agung16 Februari

Isu kesehatan Khan menjadi tambahan penting dalam persoalan politik Pakistan yang sedang berlangsung. Ketegangan antara pemerintah dan kubu oposisi semakin meningkat, sementara publik menuntut transparansi dan hak atas perawatan medis yang layak untuk mantan pemimpin tersebut. Mahkamah Agung tetap mengawasi perkembangan situasi ini dengan memperhatikan laporan medis dan hak asasi tahanan.

Terkait