Rome Tebang Pohon Pinus Tua Penghubung Colosseum Setelah 3 Pohon Runtuh, Gantikan dengan Bibit Baru

Pemerintah Kota Roma mulai menebang sejumlah pohon pinus payung yang telah menua di sepanjang jalan yang menghubungkan Colosseum dengan Forum Romawi. Langkah ini diambil setelah hasil pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa beberapa pohon berisiko tumbang dan membahayakan keselamatan pengunjung.

Sejak awal Januari, tiga pohon pinus besar di jalur ceremonial tersebut telah roboh dan menyebabkan tiga orang terluka ringan. Pohon-pohon tersebut selama ini menyediakan keteduhan yang dibutuhkan terutama di musim panas. Namun, kondisi mereka kian rapuh akibat perubahan iklim yang membawa cuaca ekstrem berupa gelombang panas dan hujan deras secara bergantian.

Ancaman terhadap Pohon Pinus di Roma

Pemerintah menutup sementara jalan panoramik ini yang biasa dipenuhi wisatawan, kemudian membentuk komite teknis untuk melakukan penilaian kondisi pohon. Dari 36 pohon pertama yang diperiksa, 12 dinyatakan tidak stabil dan berpotensi tumbang. Sementara 24 pohon lainnya dianggap aman atau memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Area yang menjadi fokus ini memiliki total 54 pohon pinus bersejarah yang diperkirakan berumur sekitar 120 tahun. Rencana pemerintah adalah membuka kembali sebagian jalur tersebut untuk pejalan kaki sambil melanjutkan pengujian pada pohon yang tersisa.

Upaya Penggantian dan Perlindungan Pohon

Pohon pinus yang ditebang akan diganti dengan jenis yang sama dan umur serta ukuran yang sesuai agar tetap menjaga estetika dan fungsi teduh. Selain kerentanan terhadap cuaca ekstrim, pohon-pohon ini juga menghadapi ancaman dari hama skala pinus (Pine Tortoise Scale) yang infestasinya parah di ibu kota Italia tersebut.

Sekitar dua tahun lalu, kota mengestimasi sampai 80% dari 60.000 pohon pinusnya terinfestasi hama tersebut. Pemerintah telah menginisiasi program pengendalian untuk melindungi populasi pinus dari kerusakan lebih lanjut.

Tinjauan Keselamatan dan Pariwisata

Penebangan pohon dianggap langkah penting untuk menjamin keselamatan publik, khususnya bagi ribuan wisatawan yang melintasi jalur ini sehari-hari. Caranya tetap mempertahankan keindahan dan nilai sejarah kawasan kuno meski harus mengorbankan beberapa pohon yang sudah melemah.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap warisan budaya dan alam di Roma dapat berjalan seiring dengan perhatian pada faktor lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah kota berkomitmen melanjutkan pemantauan sambil melakukan tindakan preventif agar fenomena kerusakan pohon di masa depan dapat diminimalkan.

Berita Terkait

Back to top button