Pengadilan Tertinggi China menetapkan bahwa pengemudi tetap bertanggung jawab walaupun mobil menggunakan teknologi mengemudi otonom. Putusan ini menegaskan bahwa teknologi bantuan mengemudi tidak membebaskan pengemudi dari kewajiban menjaga keselamatan berkendara.
Dalam sebuah kasus di provinsi Zhejiang, seorang pengemudi bernama Wang dijatuhi hukuman karena mengandalkan sepenuhnya sistem bantuan mengemudi saat dalam keadaan mabuk dan tertidur. Pengemudi ini memasang perangkat yang meniru pegangan tangan pada setir, mengaktifkan mode mengemudi lalu tidur di kursi penumpang.
Tanggung Jawab Pengemudi dengan Teknologi Bantuan Mengemudi
Pengadilan menegaskan bahwa sistem bantuan mengemudi tidak dapat menggantikan posisi pengemudi sebagai subjek utama dalam mengemudi. Pengemudi tetap bertanggung jawab penuh dalam menjalankan tugas mengemudi serta memastikan keselamatan di jalan. Pernyataan ini menjadikan aturan tersebut standar hukum nasional yang wajib dijadikan acuan oleh pengadilan di seluruh China.
Pengadilan juga menanggapi perkembangan pesat teknologi otomotif, di mana perusahaan-perusahaan teknologi dan produsen mobil di China menginvestasikan miliaran dolar dalam teknologi kendaraan otonom. Meskipun banyak kemajuan, pihak berwenang terus memperketat peraturan keselamatan demi menghindari risiko yang muncul akibat kepercayaan berlebih terhadap sistem otomatis.
Regulasi Keselamatan dan Standar Industri Otomotif di China
Kasus kecelakaan tragis yang menewaskan tiga mahasiswa pada bulan Maret lalu menjadi titik penting bagi Beijing dalam mengawasi keamanan kendaraan yang dipasarkan sebagai mobil otonom. Pemerintah memperingatkan produsen mobil terkait penegakan aturan keselamatan secara lebih ketat. Regulasi ini termasuk larangan penggunaan gagang pintu tersembunyi yang populer karena desain minimalisnya, seperti yang digunakan Tesla.
Gagang pintu tersembunyi, yang dapat melipat masuk ke bodi kendaraan, berfungsi mengurangi hambatan udara saat berkendara. Namun dalam situasi kecelakaan, gagang ini berpotensi sulit dioperasikan dan menghambat proses evakuasi. Insiden di kota Chengdu, di mana petugas kesulitan membuka pintu mobil listrik yang terbakar, menjadi contoh nyata risiko tersebut.
Panduan Keselamatan Mengemudi dengan Asistensi Teknologi
Berikut 3 poin penting yang harus diperhatikan pengemudi mobil dengan fitur bantuan mengemudi:
- Pengemudi wajib aktif memantau kondisi jalan dan kendaraan sekaligus siap mengambil alih kendali kapan saja.
- Pengemudi tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang mengalihkan perhatian atau membahayakan keselamatan, seperti mabuk maupun tertidur.
- Pengemudi harus mengetahui batas dan fungsi sistem bantuan mengemudi serta tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.
Pengadilan Tertinggi China melalui putusan ini menggarisbawahi bahwa kemajuan teknologi tidak menghapus tanggung jawab manusia. Keputusan ini berfungsi sebagai pedoman hukum yang jelas dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan keselamatan dalam era mobil pintar dan otonom.
