Mark Carney dan Pemimpin Oposisi Kanada Bersatu Beri Penghormatan Korban Penembakan Sekolah Tumbler Ridge

Mark Carney, Perdana Menteri Kanada, hadir dalam vigil lilin bersama pemimpin oposisi Pierre Poilievre di Tumbler Ridge. Mereka memberi penghormatan kepada delapan korban penembakan massal yang mengguncang kota kecil pertambangan ini.

Dalam acara tersebut, Carney dan Poilievre berdiri bergandengan tangan, didampingi oleh para kepala suku First Nations serta pejabat lokal. Mereka menyampaikan rasa duka mendalam dan dukungan kepada keluarga korban yang kehilangan orang tercinta.

Carney menyampaikan, “Saya tahu tidak ada kata-kata yang bisa mengembalikan anak-anak Anda.” Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kata-katanya tak mampu mengisi kesunyian yang saat ini menyelimuti rumah-rumah di Tumbler Ridge.

Tragedi ini bermula ketika seorang wanita transgender berusia 18 tahun menembaki murid dan guru di Sekolah Menengah Tumbler Ridge. Lima siswa dan seorang guru tewas, sementara sang pelaku juga mengambil nyawanya sendiri setelah sebelumnya membunuh ibu dan saudara tirinya di rumah.

Polisi mengungkap identitas para korban sekolah, yakni Kylie Smith, Abel Mwansa, Zoey Benoit, Ticaria Lampert, Ezekiel Schofield, dan guru Shannda Aviugana-Durand. Selain korban meninggal, dua siswa mengalami luka serius dan masih dirawat di rumah sakit di Vancouver.

Federal dan lokal tampil bersatu saat mereka menemui keluarga korban di tempat memorial luar sekolah. Situasi emosional terlihat jelas ketika Carney dan Poilievre menahan air mata saat pertama kali berbicara langsung dengan mereka.

Perbedaan politik yang selama ini membedakan keduanya, untuk sementara waktu, dikesampingkan demi menunjukkan solidaritas. Poilievre menyampaikan, “Hari ini tidak ada partai politik, hanya orang tua yang menginginkan anak-anak mereka kembali dengan selamat.”

Selain itu, para pemimpin memberi penghormatan pada keberanian warga Tumbler Ridge. Premier British Columbia David Eby menyoroti tindakan heroik seorang guru yang mengamankan murid dengan mengunci ruangan kelas meski anaknya sendiri sempat meninggalkan kelas.

Eby menjanjikan bahwa tidak ada pelajar yang akan dipaksa kembali ke sekolah itu sampai kondisi benar-benar aman. “Kami akan menyediakan tempat belajar yang aman untuk kalian,” ujarnya.

Dwayne McDonald dari Royal Canadian Mounted Police memperjelas bahwa pelaku tidak mencari target tertentu di sekolah. McDonald menggambarkan tindakan pelaku seperti “berburu,” melukai siapa saja yang ditemui tanpa pandang bulu.

Ketika polisi tiba, situasi sangat kacau dengan alarm kebakaran yang berbunyi dan suara teriakan bahwa pelaku berada di lantai atas. Polisi kemudian berhadapan dengan pelaku dan terlibat baku tembak hingga sang pelaku mengakhiri hidupnya sendiri.

Walikota Darryl Krakowka mengingatkan masyarakat untuk saling memberi ruang dalam proses pemulihan. Ia mengakui bahwa hari-hari mendatang akan sangat sulit, tetapi menyatakan optimisme akan ketangguhan warga.

Kata Krakowka, “Tumbler Ridge telah terguncang, tapi tidak hancur.” Dukungan dari Carney, Poilievre, dan komunitas nasional menjadi simbol kekuatan dalam menghadapi tragedi yang memilukan ini.

Terkait