Ribuan Massa di Dunia Tegang Serukan Ganti Rezim Iran Usai Represi Berdarah, Dunia Tercengang Saksikan Gelombang Protes Terbesar Musim Ini!

Author: Qoo Media

Protes menuntut perubahan rezim Iran menggemuruh di berbagai kota besar dunia sebagai respons atas aksi penindasan berdarah yang dilakukan pemerintah Iran. Lebih dari 250.000 pengunjuk rasa berkumpul di München, Jerman, pada Sabtu silam, bertepatan dengan Konferensi Keamanan München yang menjadi latar belakang demonstrasi tersebut.

Polisi München menyatakan bahwa jumlah peserta membuat aksi ini menjadi salah satu unjuk rasa terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun massa yang sangat banyak, suasana tetap kondusif dan damai, menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Dalam aksi tersebut, para demonstran meneriakkan slogan seperti “perubahan, perubahan, perubahan rezim” dan “demokrasi untuk Iran”. Mereka mengibarkan bendera hijau, putih, merah dengan lambang singa dan matahari serta mengenakan topi bertuliskan “Make Iran Great Again.”

Di antara massa, nampak pula Putra Mahkota Iran dari pengasingan, Reza Pahlavi. Ia menyampaikan kepada Reuters bahwa kemungkinan adanya intervensi militer terhadap Iran dapat melemahkan rezim tersebut atau justru mempercepat kejatuhannya.

Pahlavi berharap agar pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Trump dapat memberikan dukungan pada rakyat Iran. Ia menilai intervensi adalah cara untuk menyelamatkan nyawa dan menyudahi kebuntuan negosiasi yang selama ini tidak membuahkan hasil.

Selain München, demonstrasi besar juga berlangsung di Toronto, Melbourne, Athena, Tokyo, London, dan Los Angeles. Polisi Toronto memperkirakan sekitar 350.000 orang turun ke jalanan untuk menunjukkan dukungan terhadap perubahan rezim di Iran.

Senator Lindsey Graham dari Carolina Selatan yang hadir di München menyerukan agar para pengunjuk rasa tetap melanjutkan aksi mereka. Ia menganggap rezim saat ini adalah yang terlemah sejak tahun 1979 dan menegaskan tidak ada gunanya melakukan negosiasi dengan pemerintah Iran.

Graham bahkan mengkritik bahwa rezim tersebut berdosa atas darah Amerika yang tertumpah. Dalam sebuah kesempatan, ia bahkan memegang topi hitam “Make Iran Great Again” saat berbicara di hadapan massa dalam Global Day of Action.

Aktivis Iran-Amerika Sheila Nazarian, sekaligus seorang dokter bedah plastik di Beverly Hills, menilai protes ini merupakan wujud universal dari suara rakyat yang tidak bisa dibungkam. Ia menyatakan bahwa penindasan rezim hanya akan membuat rakyat akhirnya berani melawan di mana saja mereka berada.

Nazarian, yang meninggalkan Iran saat berusia enam tahun, mengatakan bahwa inti dari aksi ini bukan politik semata, melainkan soal martabat kemanusiaan, hak-hak perempuan, dan kebebasan dasar untuk hidup tanpa rasa takut.

Data dari berbagai sumber memperlihatkan bahwa gerakan protes ini mendapatkan perhatian luas dan dukungan dari kalangan internasional. Pernyataan para tokoh oposisi dan pendemo menegaskan tekanan besar terhadap rezim Iran yang semakin intens.

Berbagai elemen masyarakat dunia, mulai dari politikus hingga komunitas diaspora, menunjukkan solidaritas dengan rakyat Iran. Mereka menuntut agar supaya rezim yang telah melakukan penangkapan dan kekerasan massal segera digantikan dengan kepemimpinan yang lebih demokratis dan menghormati hak asasi manusia.

Aksi Global Day of Action ini menjadi cerminan betapa kuatnya dorongan perubahan dalam masyarakat Iran dan menunjukkan bahwa isu ini kini menjadi perhatian penting dunia internasional. Demonstrasi damai dan tuntutan perubahan rezim membuka babak baru dalam pergolakan politik Iran yang terus mendapat perhatian global.

Terbaru