Mafia Narkoba dan Korupsi Polisi: Bagaimana Kerajaan Rahasia Torán & Pengawal Kerajaan Menguasai Ibukota Kokain Eropa Tanpa Terbongkar Selama 5 Tahun

Ignacio Torán, yang dijuluki “Bugatti,” memiliki kekayaan besar yang tersembunyi dengan cara yang sangat tertutup. Meski tampak memiliki gaya hidup mewah berupa mansion di Dubai, chalet di Ibiza, emas batangan, mobil sport, dan jam tangan bermerek, Torán berhasil menjalankan operasi perdagangan narkoba internasional dengan bantuan jaringan orang dalam.

Pada awal Februari, polisi Spanyol menangkap Torán untuk kelima kalinya. Penyelidikan mengungkap bahwa ia berada di pusat jaringan narkoba besar yang bertahan lama berkat kolaborasi dengan kepala kepolisian yang korup dan seorang sepupu jauh mantan raja Spanyol yang sedang dalam pengasingan.

Kolusi Polisi dan Penguasaan Pasar Kokain

Óscar Sánchez, mantan kepala unit kejahatan ekonomi kepolisian Spanyol, diduga menjadi mitra utama Torán selama lima tahun. Sánchez, yang dikenal sebagai “the anodyne one,” sebelumnya menjabat di unit kejahatan terorganisir dan narkoba sebelum dipindah ke bagian kejahatan ekonomi pada 2020. Tidak ada yang menyangka bahwa ia menyalahgunakan posisinya untuk melindungi dan membantu perdagangan narkoba, bukan memberantasnya.

Menurut laporan internal kepolisian, mereka berdua mengimpor 27 ton kokain senilai lebih dari €2 miliar melalui 39 kontainer yang lolos dari pengawasan. Sánchez diduga mencatat Torán sebagai informannya dalam sistem polisi sehingga setiap petugas lain yang mengecek data ini akan mendapat peringatan, sehingga menggagalkan pengawasan internal.

Sánchez juga diyakini menggunakan akses ke database resmi untuk memantau status kontainer narkoba dari Kolombia dan Ekuador. Ia bahkan memasukkan nomor seri kontainer ke sistem kepolisian untuk memeriksa apakah kontainer itu sedang diawasi petugas lain.

Rincian Pembagian Keuntungan dan Penyelidikan

Torán sempat mengatakan kepada anggota gengnya bahwa dia bekerja sama dengan seseorang dari pihak bea cukai yang disebut “petugas bea cukai.” Mereka membagi hasil keuntungan dengan porsi 40 persen untuk Torán dan rekannya, serta 20 persen untuk anggota lainnya.

Pada 2023, Sánchez mulai dicurigai setelah muncul indikasi bahwa ia menyembunyikan jutaan euro hasil korupsi. Polisi mengamankan hampir €20 juta yang ditemukan tersembunyi di dalam dinding rumahnya. Tuduhan terhadapnya kian kuat setelah polisi berhasil menyita 14 ton kokain yang disembunyikan dalam peti pisang saat tiba di pelabuhan Algeciras, selatan Spanyol.

Dalam kasus ini, penyidik sengaja tidak mendaftarkan nomor kontainer dalam sistem supaya tidak memicu reaksi Sánchez. Namun, ternyata Sánchez bereaksi keras, menandakan keterlibatannya. Torán ditangkap lagi pada Februari dan kemudian dibebaskan dengan tahapan hukum tertentu.

Jaringan Pencucian Uang dan Keterlibatan Keluarga Kerajaan

Penyidik kini sedang berupaya mengurai mekanisme pencucian uang luas yang melibatkan properti di Timur Tengah, Colombia, dan Spanyol, serta perusahaan cangkang di Panama dan Delaware. Penggunaan dompet digital dan mata uang kripto juga sedang diselidiki.

Francisco Joaquín de Borbón von Hardengberg, seorang bangsawan berusia 47 tahun yang tinggal di Marbella dan sepupu jauh mantan Raja Juan Carlos I, ikut ditangkap terkait kasus pencucian uang jaringan Torán. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan €50.000.

Teknologi Modern dalam Perdagangan Kokain di Eropa

Permintaan kokain di Eropa semakin meningkat, mendorong para penyelundup untuk memodernisasi teknik pengiriman. Sebagian besar barang haram itu datang melalui jalur laut dari Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika.

Pada 2025, lebih dari 100 orang diamankan karena menggunakan kapal cepat yang didukung oleh drone untuk mengangkut kokain dari kapal induk di Atlantik ke laut selatan Spanyol. Kepolisian juga pernah menyita 4,5 ton kokain yang disembunyikan dalam silo pakan ternak kapal pengangkut hewan, sebuah terobosan pertama di perairan Eropa.

Para penyelundup kawasan Amerika Selatan bahkan mengembangkan kapal selam mini yang dapat melintasi Atlantik. Europol memperingatkan bahwa saat ini sudah mungkin ada kapal selam semi-otomatis tanpa awak yang dilengkapi antena dan modem, yang bisa mengirim narkoba tanpa memerlukan kru di dalamnya.

Kasus ini memperlihatkan betapa dalamnya akar korupsi yang merusak upaya pemberantasan narkoba, serta betapa rumit dan modernnya jaringan penyelundupan yang beroperasi di Eropa saat ini. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap lebih jauh skala dan jaringan yang terlibat.

Berita Terkait

Back to top button