Ledakan Mematikan di Perbatasan Lebanon-Suriah: Serangan Israel Tewaskan Empat Orang, Pelanggaran Gencatan Senjata yang Kian Mengerikan

Pasukan Israel melakukan serangan udara di dekat perbatasan Lebanon-Suriah, menewaskan sedikitnya empat orang. Serangan ini terjadi pada pagi hari dan dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Publik Lebanon.

Salah satu korban adalah warga Suriah bernama Khaled Mohammad al-Ahmad, menurut Badan Berita Nasional Lebanon. Militer Israel mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan targetnya adalah anggota Jihad Islam Palestina (PIJ) di Lebanon, meskipun tidak menyertakan bukti.

Serangan terjadi di daerah Majdal Anjar, Lebanon, menurut pernyataan militer Israel. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari PIJ terkait insiden ini.

PIJ merupakan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka bersekutu dengan Hamas di Gaza dan Hezbollah di Lebanon, yang pada tahun lalu melancarkan serangan ke utara Israel sebagai solidaritas terhadap Palestina.

Israel dan Hezbollah sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata pada November lalu. Namun, militer Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di Lebanon, melanggar kesepakatan tersebut yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Menurut data PBB, Israel melakukan lebih dari 10.000 serangan udara dan darat selama setahun terakhir meskipun sudah ada gencatan senjata. Kantor hak asasi PBB mencatat sejak gencatan senjata 108 warga sipil tewas, termasuk 21 perempuan dan 16 anak-anak.

Selain itu, sedikitnya 11 warga sipil Lebanon diculik oleh pasukan Israel selama periode itu. Lebanon sendiri telah mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan PBB bulan lalu terkait pelanggaran berulang Israel.

Keluhan tersebut menyatakan Israel melanggar kedaulatan Lebanon sebanyak 2.036 kali hanya dalam tiga bulan terakhir tahun lalu. Israel masih menguasai lima wilayah di Lebanon, yang menghambat rekonstruksi desa perbatasan yang rusak.

Pendudukan tersebut juga mencegah puluhan ribu pengungsi Lebanon kembali ke rumah mereka. Situasi ini memperpanjang ketegangan di perbatasan Lebanon-Suriah yang sudah penuh konflik dan risiko keamanan tinggi.

PBB dan komunitas internasional terus menyerukan agar Israel menghentikan serangan serta menarik pasukannya dari wilayah Lebanon demi mencegah eskalasi yang lebih luas. Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan ketegangan yang berkelanjutan.

Terkait