Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan tiga hari ke India dengan agenda utama pembicaraan mengenai kerja sama kecerdasan buatan dan potensi kesepakatan pembelian pesawat tempur Dassault Rafale senilai miliaran dolar. Fokus utama adalah ekspansi kemitraan militer antara Prancis dan India dengan rencana pembelian 114 unit pesawat tempur tambahan.
Macron tiba di Mumbai pada malam sebelumnya, menjalani kunjungan keempatnya sejak menjabat pada 2017. Ia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk kontrak pembelian Rafale dan kerja sama teknologi.
Diskusi ini mengikuti konfirmasi India tentang niat melakukan pembelian dalam jumlah besar Rafale serta penandatanganan kesepakatan perdagangan bebas bersejarah antara India dan Uni Eropa awal tahun ini. India berniat mengurangi ketergantungan pada Rusia sebagai pemasok utama alat militer dan memperkuat produksi dalam negeri.
Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan India, mayoritas jet tempur Rafale yang dipesan akan diproduksi di India. Meskipun angka pastinya belum diumumkan secara resmi, sumber di kementerian menyebutkan jumlah kemungkinan mencapai 114 pesawat. Dikatakan, nilai kontrak ini mencapai 30 miliar euro atau sekitar 35 miliar dolar, yang disebut sebagai "kontrak abad ini."
Pembelian baru ini akan melengkapi 36 Rafale yang sudah masuk ke angkatan udara India sejak 2016 dan 26 pesawat yang dipesan untuk angkatan laut. Negosiasi untuk kontrak tambahan masih berlangsung dengan Dassault Aviation, pabrikan pesawat asal Prancis, namun optimisme tinggi muncul dari pihak Prancis untuk mencapai kesepakatan historis.
Pengembangan Kemitraan Industri dan Ekonomi
Selain pembahasan pesawat tempur, Modi dan Macron juga akan meresmikan fasilitas perakitan helikopter pertama di India via konferensi video. Fasilitas yang berlokasi di Vemagal, Karnataka, merupakan hasil kerja sama antara Tata Group dan Airbus. Pabrik ini akan memproduksi helikopter Airbus H125, yang dikenal sebagai helikopter bermesin tunggal terlaris.
Prancis menjadi salah satu partner strategis utama India dalam bidang pertahanan dan ekonomi selama satu dekade terakhir. Pemerintah Prancis menyatakan kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama dan mendiversifikasi kemitraan ekonomi dengan India yang berpopulasi 1,4 miliar jiwa dan diperkirakan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia.
Agenda pembicaraan juga mencakup diskusi mengenai ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat serta pengaruh Cina di kawasan Asia Selatan. Kantor Perdana Menteri Modi menegaskan pembicaraan akan fokus pada penguatan kemitraan strategis dan memperluas kolaborasi ke bidang baru dan muncul.
Data Perdagangan dan Investasi Bilateral
Perdagangan bilateral antara Prancis dan India mencapai sekitar 15 miliar euro atau 18 miliar dolar setiap tahun, terutama didorong oleh sektor pertahanan dan dirgantara. Armada maskapai komersial India juga banyak menggunakan pesawat Airbus. Investasi langsung Prancis di India mencapai hampir 13 miliar euro atau 15 miliar dolar.
Hubungan personal antara Macron dan Modi juga mendapat sorotan positif. Pakar studi India di Sciences Po Paris, Christophe Jaffrelot, menyebut adanya “chemistry” dan hubungan pribadi yang baik antara kedua pemimpin ini. Hal ini memberikan landasan kuat bagi kelangsungan kerja sama yang lebih erat.
Meski demikian, isu sensitif tetap muncul terkait konflik Ukraina. India belum mengutuk invasi Rusia pada 2022 dan tetap membeli minyak dari Moskow. Presiden Amerika Serikat sebelumnya mengklaim India berkomitmen menghentikan pembelian minyak Rusia, meski belum ada konfirmasi resmi dari New Delhi.
Jaffrelot menambahkan jika India sukses menghentikan pembelian minyak Rusia, maka negara tersebut tidak akan dituding oleh komunitas internasional ketika mengambil sikap abstain dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.
Kunjungan Macron ke India ini menjadi momentum penting bagi hubungan bilateral, terutama di bidang pertahanan dan teknologi, yang berpotensi mengukuhkan posisi kedua negara sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia dan global.







