Tiga Hari Puasa: Keluarga Tahanan Politik Venezuela Bertahan Lapar, Menanti Janji Pelepasan yang Tak Juga Terwujud

Author: Qoo Media

Sejumlah keluarga tahanan politik Venezuela melanjutkan mogok makan hari ketiga di luar penjara "Zona 7" di Caracas. Mereka menuntut pembebasan segera anggota keluarganya yang masih dipenjara.

Para wanita ini terlihat lemah dengan lingkaran hitam di bawah mata, namun tetap menunjukkan kemarahan dan tekad. Mereka mulai meragukan keseriusan rezim interim yang menggantikan Nicolas Maduro pasca penyerangan militer AS dalam membebaskan tahanan politik.

Di dalam penjara Zona 7, ada sekitar 60 tahanan politik yang masih ditahan. Secara nasional, jumlah tahanan politik mencapai ratusan, yang dibebaskan baru sekitar 444 orang. Namun, lebih dari 600 tahanan masih tertahan di penjara, menurut data dari NGO hak asasi manusia Foro Penal.

Evelin Quiaro, salah satu keluarga tahanan yang mogok makan, bertanya seperti banyak lainnya, "Berapa lama? Berapa lama mereka akan membiarkan kami seperti ini?" Ia sudah tidak makan makanan padat selama lebih dari dua hari. Anaknya dipenjara sejak November atas tuduhan bomb attack yang diklaim digagalkan oleh aparat keamanan Maduro.

Setelah Chavez digulingkan, pemerintahan interim yang dipimpin oleh Delcy Rodriguez berjanji di bawah tekanan Washington untuk membebaskan semua tahanan politik. Namun, sebagian besar anggota rezim itu sendiri adalah pendukung setia Maduro, sehingga menimbulkan keraguan dari masyarakat luas.

Keluarga tahanan yang bermogok makan telah tinggal di dekat penjara sejak tanggal 8 Januari dalam kondisi yang dianggap tidak manusiawi, tidur di bawah tenda dan melawan rasa lapar. Rencana pengesahan undang-undang amnesti oleh kongres Venezuela sering tertunda, terakhir pada hari Kamis lalu, yang menjadi alasan utama mogok makan ini.

Risiko Kesehatan Mogok Makan

Seorang dokter Venezuela, Rafael Arreaza, yang membantu keluarga tahanan di Zona 7, mengingatkan bahwa mogok makan berisiko tinggi terhadap kesehatan terutama dalam kondisi di luar ruangan yang penuh debu dan polusi. Sistem kekebalan tubuh akan menurun dan berbagai komplikasi bisa terjadi dengan cepat.

Meskipun sudah mulai merasa lemah, Evelin Quiaro tetap yakin mogok makan mereka akan berdampak. "Ini bukan permainan. Ini harus membawa hasil," ujarnya.

Salah satu peserta mogok makan, Narwin Gil, sempat mencegah seorang polisi yang mencoba membawa makanan ke dalam penjara. Ia menegaskan bahwa jika tahanan tidak makan, maka aparat pun tidak boleh makan. Polisi itu akhirnya mundur.

Namun, akses untuk memeriksa kondisi kesehatan para tahanan tidak diberikan kepada tim medis. Tidak diketahui apakah tahanan juga melakukan mogok makan di dalam sel.

Dampak Keluarga dan Ketidakpastian Proses Hukum

Maria Escalona, yang suaminya ditahan sejak September, mengungkapkan dampak emosional pada keluarganya, terutama pada dua anaknya yang masih kecil. Mereka sangat merindukan ayahnya dan merasa stres serta khawatir. Kondisi ini diperparah oleh lamanya mogok makan yang sudah sangat melelahkan.

Kongres Venezuela dijadwalkan kembali berkumpul pada hari Kamis mendatang. Namun, belum ada kepastian kapan amnesti untuk tahanan politik akan dibahas lagi. Ketidakjelasan ini semakin memperpanjang ketidakpastian bagi keluarga tahanan yang terus menunggu jawaban.

Situasi ini menunjukkan ketegangan dan dilema dalam transisi politik Venezuela. Tekanan internasional dan harapan keluarga tahanan berhadapan dengan realitas politik yang rumit dan belum pasti. Mogok makan hari ketiga adalah cermin dari ketidakpuasan dan tuntutan tumbuh kian kuat untuk kebebasan dan keadilan.

Terbaru