Bangladesh Bangkit: Siapa Saja Muka Lama dan Baru di Kabinet Rahman yang Mengguncang Politik Pasca-Protes Berdarah 2026?

Author: Qoo Media

Bangladesh baru saja membentuk kabinet baru usai kemenangan besar partai Bangladesh Nationalist Party (BNP) dalam pemilu parlemen terbaru. Tarique Rahman, pemimpin BNP, telah dilantik sebagai perdana menteri pertama yang terpilih secara demokratis sejak gelombang protes berdarah pada 2024 yang menjatuhkan pemerintahan sebelumnya dan perdana menteri saat itu, Sheikh Hasina.

Koalisi yang dipimpin oleh BNP memenangkan 212 kursi di Jatiya Sangsad, parlemen Bangladesh, mengungguli pesaing utama mereka dari aliansi Jamaat-e-Islami yang meraih 77 kursi. Para anggota parlemen yang baru terpilih juga telah mengucapkan sumpah setia di dalam gedung parlemen pada upacara yang dipimpin oleh Komisioner Pemilihan AMM Nasir Uddin.

Susunan Kabinet Baru
Kabinet baru terdiri dari 25 menteri penuh yang berasal mayoritas dari BNP dan sekutunya. Upacara pengucapan sumpah kabinet berlangsung terpisah di Dhaka. Selain itu, sejumlah menteri muda atau pemerintahan negara bagian yang berasal dari tokoh-tokoh baru juga turut diangkat. Contohnya, Nurul Haque dan Zonayed Saki yang merupakan anggota parlemen pertama kali dan aktif dalam masa protes 2024.

Sesuai informasi sejauh ini, penentuan kementerian yang akan dipimpin oleh para anggota kabinet belum diumumkan. Namun, beberapa tokoh yang menonjol telah diketahui sebagai berikut:

  1. Mirza Fakhrul Islam Alamgir – Sekretaris Jenderal BNP sejak 2016, Alamgir berusia 78 tahun, terpilih dari distrik Thakurgaon-1. Ia pernah menjabat sebagai menteri negara untuk pertanian serta penerbangan sipil dan pariwisata.
  2. Amir Khasru Mahmud Chowdhury – Anggota komite tetap BNP yang pernah menjabat sebagai menteri perdagangan periode 2001-2004, terpilih dari Chattogram-11. Ia memprioritaskan investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan usaha kecil.
  3. Iqbal Hasan Mahmud Tuku – Tokoh senior BNP dan anggota komite tetap, terpilih dari Sirajganj-2. Ia pernah menjadi menteri negara untuk tenaga listrik serta pertanian dan pernah menghadapi dakwaan korupsi yang kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
  4. Khalilur Rahman – Menteri teknokrat yang tidak berasal dari parlemen, sebelumnya menjabat sebagai penasihat keamanan nasional dalam pemerintahan transisi. Ia berpengalaman dalam menangani isu pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar.
  5. Afroza Khanam Rita – Satu-satunya wanita dalam kabinet saat ini, baru pertama kali menjadi anggota parlemen dan berasal dari keluarga politik. Ia juga pimpinan Monno Group of Industries, konglomerat yang fokus pada ekspor keramik dan tekstil.
  6. Dipen Dewan – Pemimpin etnis Chakma Buddha dari Hill Tracts, terpilih dari Rangamati dan diperkirakan akan mengurusi urusan daerah Chittagong Hill Tracts.
  7. Nitai Roy Chowdhury – Tokoh Hindu dan penasihat BNP yang diharapkan memimpin kementerian kebudayaan.

Tantangan dan Harapan untuk Kabinet Baru
Para menteri menghadapi tekanan besar untuk membuktikan efektivitasnya dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Menurut Khandakar Tahmid Rejwan, dosen studi global dan pemerintahan di Independent University, Bangladesh, kabinet baru perlu menunjukkan kinerja unggul agar mendapatkan legitimasi riil dari rakyat. Selain itu, komposisi kabinet juga menjadi sorotan dalam hal keberagaman usia, gender, etnisitas, dan agama.

Meskipun ada keterlibatan tokoh muda dari protes 2024 sebagai menteri negara, sebagian besar eksekutif tetap didominasi oleh figur lama. Rejwan juga menyoroti bahwa aliansi politik yang dipilih oleh pemimpin mahasiswa baru setelah protes cenderung tidak menguntungkan bagi posisi kabinet.

Kehadiran Internasional pada Upacara Pelantikan
Pelantikan kabinet disaksikan oleh delegasi asing dari berbagai negara. Di antaranya Presiden Maladewa Mohamed Muizzu dan Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay. India diwakili oleh Om Birla, ketua parlemen, dan Pakistan melalui Menteri Perencanaan Ahsan Iqbal. Negara-negara lain seperti Nepal, Inggris, China, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Brunei juga mengirimkan perwakilannya.

Keseluruhan pembentukan kabinet ini menjadi titik penting dalam sejarah politik Bangladesh pasca protes 2024. Para anggota kabinet baru diharapkan dapat membawa perubahan efektif serta stabilitas pemerintahan yang berkelanjutan di tengah harapan rakyat akan perbaikan sosial dan ekonomi.

Terbaru