Trump Sebut Bos Tren De Aragua Tewas, Serangan Mematikan AS Guncang Venezuela

Author: Qoo Media

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua, Héctor Rusthenford Guerrero Flores atau Niño Guerrero, tewas dalam operasi militer AS. Pernyataan itu ia sampaikan lewat platform Truth Social dan menyebut serangan tersebut sebagai operasi cepat dan mematikan yang dijalankan atas perintahnya.

Trump juga mengatakan operasi itu dilakukan oleh Komando Selatan AS dengan koordinasi erat bersama pemerintah Venezuela. Hingga kini, Gedung Putih, Pentagon, dan Komando Selatan AS belum memberi keterangan resmi tambahan untuk mengonfirmasi klaim tersebut.

Klaim Trump dan target operasi

Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa serangan itu berhasil mengeksekusi Niño Guerrero, sosok yang ia sebut sebagai pemimpin Tren de Aragua yang sangat kejam. Ia juga menyebut kelompok itu sebagai salah satu organisasi teroris paling haus darah di dunia.

Pernyataan Trump memunculkan sorotan baru terhadap operasi AS di kawasan itu karena ia mengaitkannya langsung dengan kebijakan keamanan lintas negara. Namun, belum ada penjelasan rinci dari otoritas AS mengenai lokasi, waktu, maupun rincian taktis dari operasi yang dimaksud.

Siapa Tren de Aragua

Pemerintah AS telah menetapkan Tren de Aragua sebagai kelompok teroris yang terlibat dalam berbagai kejahatan lintas negara. Aktivitas yang dikaitkan dengan kelompok ini mencakup perdagangan manusia, pemerasan, penyelundupan narkoba, pencucian uang, dan pembunuhan bayaran.

Menurut tuduhan jaksa AS, Tren de Aragua berkembang dari geng penjara menjadi jaringan kriminal transnasional. Dalam narasi resmi pemerintah AS, kelompok ini dipandang sebagai ancaman serius yang menjangkau sejumlah aktivitas kejahatan terorganisasi.

Status hukum Niño Guerrero

Pada Desember 2025, Guerrero Flores didakwa di pengadilan federal New York atas sejumlah tuduhan. Tuduhan itu mencakup konspirasi pemerasan dan pemberian dukungan kepada organisasi teroris.

Jaksa AS menilai Guerrero memainkan peran penting dalam memperluas pengaruh Tren de Aragua. Ia disebut ikut mendorong transformasi kelompok itu dari geng lokal di penjara menjadi jaringan kriminal yang beroperasi lintas batas negara.

Klaim keadilan bagi korban

Trump menulis bahwa kematian Guerrero merupakan bentuk keadilan bagi para korban kejahatan yang dikaitkan dengan Tren de Aragua. Ia secara khusus menyebut nama Jocelyn Nungaray yang berusia 12 tahun dan Laken Reilly yang berusia 22 tahun.

Penyebutan korban dalam pernyataan Trump memperlihatkan bagaimana kasus ini tidak hanya diposisikan sebagai operasi militer, tetapi juga sebagai respons terhadap dampak kekerasan yang dikaitkan dengan jaringan kriminal tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak AS yang merinci validitas klaim kematian Guerrero Flores.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru