China Tebar 150 Miliar Benih Biota Akuatik, Taruhannya Pemulihan Laut dan Stok Ikan

Author: Qoo Media

China memperluas upaya pemulihan ekosistem perairannya dengan menebarkan lebih dari 150 miliar benih biota akuatik ke sungai, danau, dan laut pada periode 2021-2025. Skala ini menempatkan program tersebut sebagai salah satu langkah konservasi perairan yang paling besar, dengan dampak yang diklaim sudah terlihat pada hasil tangkapan dan pemulihan populasi sejumlah spesies.

Langkah itu bukan sekadar menambah stok ikan di alam liar. Pemerintah China menilai penebaran benih hasil pembiakan buatan memberi manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial secara bersamaan, terutama ketika tekanan terhadap sumber daya akuatik terus meningkat.

Wakil Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Zhili mengatakan penebaran benih biota akuatik ke perairan alami merupakan praktik yang diakui secara global. Menurut dia, cara ini digunakan untuk melestarikan sumber daya akuatik, memulihkan ekosistem perairan, dan melindungi keanekaragaman hayati.

Para ahli juga menilai praktik itu penting untuk memulihkan populasi akuatik yang terus menurun. Pada saat yang sama, langkah tersebut dinilai membantu menjaga kesehatan ekosistem perairan dalam jangka lebih panjang.

Dampak yang mulai terlihat

Pemerintah China menyebut hasil program itu sudah tampak di sejumlah wilayah perairan penting. Salah satu contohnya adalah di Laut Bohai, tempat lebih dari 90 persen udang yang ditangkap disebut berasal dari populasi hasil penebaran benih.

Contoh lain muncul di Laut China Timur. Di wilayah ini, lebih dari 30 persen ikan croaker kuning besar yang ditangkap berasal dari hasil penebaran benih buatan.

Data lain juga menunjukkan tingkat keberhasilan pada spesies yang lebih sensitif. Menurut Zhang, lebih dari 12 persen ikan sturgeon China yang dilepas ke Daerah Aliran Sungai Yangtze berhasil mencapai laut.

Di Xinjiang, dampaknya terlihat dalam bentuk pemulihan populasi alami. Spesies ikan big-head schizothoracin untuk pertama kalinya kembali membentuk populasi alami di Danau Bosten setelah lebih dari dua dekade.

Temuan-temuan tersebut memberi gambaran bahwa penebaran benih tidak hanya menambah jumlah individu sesaat. Dalam beberapa kasus, program ini juga dikaitkan dengan kembalinya siklus alami populasi di habitat asalnya.

Didorong moratorium penangkapan ikan

Program penebaran benih berlangsung ketika China juga menerapkan pembatasan penangkapan ikan di banyak kawasan. Empat laut pesisir utama saat ini menjalankan larangan penangkapan ikan musiman.

Secara bersamaan, tujuh sistem sungai pedalaman utama juga memberlakukan moratorium penangkapan ikan. Masa ini dipandang sangat penting bagi biota akuatik untuk tumbuh dan berkembang biak tanpa tekanan penangkapan.

Para ahli menilai penebaran benih bisa memberi hasil lebih baik bila dilakukan selama moratorium tersebut. Alasannya, benih yang dilepas mendapat peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan tumbuh sebelum menghadapi aktivitas penangkapan.

Kombinasi antara restocking dan pembatasan tangkap juga dinilai dapat meningkatkan sumber daya perikanan. Dengan begitu, pemulihan tidak hanya ditopang oleh pelepasan benih, tetapi juga oleh pengurangan tekanan di habitat alami.

Bukan hanya isu konservasi

Selain sisi ekologis, program ini juga dikaitkan dengan dampak ekonomi di tingkat lokal. Para ahli menyebut peningkatan sumber daya ikan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Manfaat itu terutama terlihat melalui kegiatan menangkap ikan rekreasional dan pariwisata. Jika stok biota akuatik pulih, kawasan perairan berpotensi menarik lebih banyak aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.

Aspek sosial juga ikut disorot karena program semacam ini melibatkan banyak daerah. Sejak 5 Juni, lebih dari 200 daerah di seluruh China telah menyelenggarakan kegiatan penebaran benih.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, lebih dari 500 juta benih biota akuatik dari berbagai spesies telah ditebar. Kegiatan itu menandai tahun ke-12 berturut-turut pelaksanaan upaya konservasi serupa di berbagai wilayah China.

Skala pelaksanaan lintas daerah menunjukkan bahwa program ini tidak berdiri sendiri sebagai acara simbolik. Penebaran benih kini menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk menjaga sumber daya perairan sambil mendukung aktivitas ekonomi yang bergantung pada kesehatan ekosistem.

Dengan lebih dari 150 miliar benih ditebar sepanjang 2021-2025, China menggabungkan konservasi, pemulihan stok, dan pengelolaan musim tangkap dalam satu strategi besar. Hasil di Laut Bohai, Laut China Timur, Daerah Aliran Sungai Yangtze, dan Danau Bosten menjadi indikator awal bagaimana intervensi itu diterjemahkan ke kondisi lapangan.

Terbaru