
Jessica Pegula akan memimpin sebuah panel baru beranggotakan 13 orang untuk mengkaji dan memberikan rekomendasi perubahan pada kalender tenis wanita. Panel ini dibentuk untuk menangani aturan poin peringkat serta kewajiban mengikuti turnamen tertentu agar lebih sesuai dengan kebutuhan para pemain.
Keluhan mengenai musim kompetisi yang terlalu panjang dan waktu istirahat yang sangat singkat sudah lama muncul dari para atlet tenis, baik putri maupun putra. Valerie Camillo, Ketua WTA Tour, mengungkapkan bahwa Dewan Arsitektur Tour akan memberikan rekomendasi kepada Dewan WTA dengan target revisi yang diharapkan dapat diterapkan mulai tahun 2027.
Fokus Panel Perubahan Kalender Tenis Wanita
Menurut surat dari Camillo kepada para pemain dan pejabat turnamen, perubahan yang diusulkan akan berfokus pada area di mana WTA memiliki otoritas langsung. Selain itu, mereka juga akan mencari peluang jangka panjang yang memerlukan koordinasi dengan tur ATP putra dan empat turnamen Grand Slam utama. Hal ini penting demi menciptakan sistem kompetisi yang lebih berkelanjutan.
Camillo menegaskan bahwa pendekatan proses ini bersifat terbuka dan dialogis. "Kami tidak berencana menyelesaikan semua masalah sekaligus. Namun, kami ingin membuat dampak segera yang bermakna dan tidak menunggu solusi kolektif yang mungkin membutuhkan waktu lebih lama," ujarnya dalam sebuah wawancara telepon.
Kepemimpinan Jessica Pegula dan Perspektif Pemain
Jessica Pegula, pemain peringkat 5 dunia asal Amerika Serikat dan finalis U.S. Open 2024, dipilih sebagai ketua panel ini. Camillo menyatakan bahwa Pegula memiliki perspektif unik sebagai salah satu pemain top dan dikenal karena pendekatannya yang kolaboratif dan bijaksana. Pegula sendiri pernah mengatakan bahwa tenis termasuk olahraga tersulit, baik dari segi fisik, mental, maupun jadwal yang sangat padat.
Beberapa pemain top lain juga menyuarakan masalah terkait jadwal dan beban fisik. Contohnya, Aryna Sabalenka, peringkat 1 dunia, dan Iga Swiatek, peringkat 2 dunia, sempat mundur dari turnamen WTA di Dubai. Sabalenka bahkan menyatakan siap melewatkan beberapa kompetisi demi menjaga kondisi tubuhnya karena musim yang dianggap sangat berat.
Keanggotaan Panel dan Peranannya
Selain Pegula, panel ini terdiri dari para pemain aktif lainnya seperti Victoria Azarenka, juara Australian Open dua kali dan mantan peringkat 1 dunia; Maria Sakkari, semifinalis Grand Slam dua kali; dan Katie Volynets, peringkat 96 dunia. Anggota lain berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat WTA, agen, mantan pemain, dan pengelola turnamen, yang akan memberikan pandangan luas terhadap berbagai aspek dalam ekosistem tenis wanita.
Berikut daftar singkat anggota panel penting:
- Jessica Pegula (Ketua, pemain peringkat 5)
- Victoria Azarenka (mantan No. 1 dan juara Grand Slam)
- Maria Sakkari (pemain papan atas asal Yunani)
- Katie Volynets (pemain peringkat 96)
- Valerie Camillo (Ketua WTA Tour)
- Portia Archer (CEO WTA)
- Anja Vreg (ketua WTA Player Board yang juga agen dan mantan wasit)
- Bob Moran (pengelola turnamen Cincinnati dan Charleston)
- Laura Ceccarelli (wakil kawasan Asia-Pasifik di WTA Tournament Council)
- Alastair Garland (manajer Octagon Tennis dan anggota WTA Board)
Pembentukan panel ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tekanan fisik dan mental yang terus dialami pemain profesional. WTA berharap, dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten, kalender tenis wanita dapat didesain ulang agar lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Pengkajian ini menjadi sinyal positif terhadap perhatian serius WTA dalam menjaga kesejahteraan atlet. Dengan adanya perwakilan dari pemain dan pengelola turnamen, hasil yang nanti dirumuskan lebih berpeluang mengakomodasi kebutuhan nyata para pemain di lapangan.
Reformasi kalender yang diusulkan mencerminkan perubahan mindset dalam dunia tenis modern, yakni menempatkan kesehatan dan stabilitas pemain sebagai prioritas utama agar dapat mempertahankan performa maksimal dan karier yang lebih lama.





