Media sosial populer seperti Facebook dan TikTok resmi diblokir di Gabon sejak hari Rabu lalu. Langkah tersebut diambil oleh regulator media setempat sebagai respons terhadap mogok kerja guru yang sedang berlangsung dan kekhawatiran akan gangguan keamanan.
Regulator komunikasi Gabon atau HAC mengumumkan penangguhan akses ke platform media sosial utama termasuk Facebook, TikTok, WhatsApp, YouTube, dan Instagram tanpa batas waktu pasti. Mereka menilai konten di media sosial tersebut menyebarkan kebencian serta informasi palsu yang dapat mengancam stabilitas negara.
Juru bicara HAC, Jean-Claude Mendome, menyatakan bahwa larangan tersebut sebagai upaya menanggulangi konten yang dianggap merusak martabat manusia, memecah belah masyarakat, serta mengancam institusi pemerintahan. Kendati demikian, HAC menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tetap menjadi hak fundamental warga negara Gabon.
Pemerintah menyebut pembatasan ini bersifat sementara dan bukan larangan permanen. Juru bicara kepresidenan Gabon, Theophane Zame-Nze Biyoghe, menuturkan bahwa langkah ini diambil demi menjaga ketertiban publik selama situasi mogok kerja dan demonstrasi yang memanas.
Mogok kerja guru yang telah dimulai sejak Desember lalu kini meluas ke sektor publik lainnya seperti kesehatan dan pendidikan tinggi. Aksi serupa sempat terjadi di era pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Ali Bongo Ondimba. Para guru menuntut peningkatan kesejahteraan karena pembekuan gaji selama satu dekade tidak mengimbangi kenaikan biaya hidup.
Pemimpin oposisi Gabon, Alain-Claude Bilie-By-Nze, mengecam keputusan blokir media sosial sebagai penyalahgunaan wewenang yang melanggar konstitusi. Dia mengajak masyarakat dan kelompok sipil untuk menolak pembatasan yang dianggap merampas kebebasan ini.
Dampak pemutusan akses media sosial juga terasa di sektor ekonomi digital. Pembuat konten dan pekerja digital melaporkan kesulitan dalam menjalankan aktivitas mereka. Misalnya, Mister Wils, kreator konten dengan hampir 100 ribu pengikut TikTok, menyatakan bahwa pemblokiran tersebut menghambat pekerjaannya.
Berikut ini beberapa poin penting terkait situasi di Gabon:
1. Penangguhan akses ke platform seperti Facebook, TikTok, WhatsApp, YouTube, dan Instagram.
2. Alasan resmi adalah untuk mencegah penyebaran konten bermuatan kebencian dan informasi palsu.
3. Mogok kerja guru dimulai sejak Desember dan meluas ke sektor lain.
4. Pemerintah mengklaim tindakan ini bersifat sementara.
5. Oposisi menilai kebijakan ini melanggar hak dasar kebebasan berpendapat.
6. Dampak negatif terhadap ekonomi digital dan pekerjaan kreatif di bidang media sosial.
Kondisi ini mencerminkan ketegangan yang tengah dialami pemerintah Gabon pasca kudeta militer yang menggulingkan rezim lama. Presiden Brice Oligui Nguema kini menghadapi tantangan serius dalam meredam gelombang ketidakpuasan rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah tuntutan reformasi sosial dan ekonomi yang tinggi.





