Peru Pilih Jose Maria Balcazar Jadi Presiden Interim, Pemimpin ke-8 dalam Dekade Penuh Krisis dan Gejolak Politik Negara itu

Jose Maria Balcazar terpilih sebagai presiden interim Peru setelah anggota parlemen memilihnya dalam pemungutan suara yang disiarkan langsung. Balcazar menjadi pemimpin kedelapan negara itu dalam satu dekade terakhir setelah Jose Jeri diberhentikan karena dugaan korupsi.

Politikus berpaham kiri ini sekaligus menjabat sebagai ketua Kongres Peru. Usianya 83 tahun dan berprofesi sebagai pengacara serta mantan hakim. Masa jabatannya hanya sementara hingga pengganti resmi terpilih pada 28 Juli, pasca pemilihan presiden pada 12 April.

Pemilihan Balcazar mengakhiri kekosongan kekuasaan selama lebih dari 24 jam yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah politik Peru baru-baru ini. Jose Jeri, yang berusia 39 tahun, dipecat lantaran terlibat dugaan penempatan pegawai wanita secara tidak wajar serta korupsi yang melibatkan pengusaha asal Tiongkok.

Jeri menyatakan dalam unggahan TikTok bahwa melayani Peru merupakan kehormatan dan berusaha menyelesaikan masalah tertunda selama puluhan tahun dengan tekad dan dedikasi. Meski mempertahankan tuduhan tidak benar, masyarakat Peru memandang pergantian presiden sebagai fenomena yang tidak memberi solusi atas kondisi kehidupan mereka yang makin tidak stabil.

Dalam 10 tahun terakhir, empat presiden di Peru dipecat melalui pemakzulan, dua mengundurkan diri demi menghindari hal serupa, dan hanya satu yang menuntaskan masa jabatannya. Itu menegaskan siklus ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh korupsi, menurut Edgardo Torres, insinyur industri berusia 29 tahun.

Situasi Politik dan Sosial Peru Saat Ini

  1. Jose Jeri menggantikan Dina Boluarte setelah Boluarte menjadi presiden wanita pertama Peru dan akhirnya juga dimakzulkan akibat demonstrasi luas dan peningkatan kekerasan.
  2. Jeri mencoba meredam kekerasan dengan kebijakan anti-kejahatan tegas, namun gagal mempertahankan dukungan politik.
  3. Pengadilan membuka penyelidikan terhadap Jeri terkait pengaruh tidak sah dalam pengangkatan pejabat dan dugaan suap dari pengusaha Tiongkok.
  4. Dalam pemilihan presiden baru, Balcazar memenangkan suara melawan tiga kandidat lain termasuk mantan Ketua Kongres Maria del Carmen Alva dan politikus ternama lainnya.

Sementara Balcazar menjalankan tugasnya, Peru menghadapi gelombang pemerasan yang mengakibatkan hilangnya puluhan nyawa dan peningkatan kemiskinan akibat dampak pandemi. Kelompok kriminal seperti geng Tren de Aragua dari Venezuela juga semakin mengancam keamanan negara.

Pengamat politik Augusto Alvarez menilai tidak ada jaminan pemimpin baru bisa bertahan hingga periode resmi berakhir pada 2026. Masa depan politik Peru masih penuh ketidakpastian di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang mengemuka.

Jose Maria Balcazar kini memegang tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas hingga pelantikan presiden terpilih. Namun, tantangan korupsi dan kekerasan yang terus membara menunjukkan bahwa krisis politik Peru belum menemukan titik terang.

Exit mobile version