Masjid Terbesar di Australia Terima Ancaman Serius Jelang Ramadhan, Polisi Tindaklanjuti

Polisi Australia kini tengah menyelidiki tiga surat ancaman yang dikirim ke Masjid Lakemba, masjid terbesar di negara tersebut, hanya beberapa jam menjelang awal bulan suci Ramadhan. Surat tersebut berisi gambar babi buatan tangan dan ancaman kekerasan terhadap komunitas Muslim, termasuk referensi kepada pelaku pembantaian Christchurch.

Komisaris Polisi NSW, Mal Lanyon, membenarkan bahwa surat-surat tersebut telah diterima dan sedang diperiksa secara forensik. Polisi juga meningkatkan patroli di sekitar tempat-tempat ibadah dan acara komunitas guna menjaga keamanan jamaah selama Ramadhan.

Sebelumnya, dua surat ancaman lain telah dikirim ke masjid ini, salah satunya menggambarkan Masjid Lakemba terbakar. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas Muslim, yang biasanya mengisi masjid dengan ribuan jamaah setiap malam saat Ramadhan. Sekretaris Asosiasi Muslim Lebanon, Gamel Kheir, menyatakan bahwa pertanyaan mengenai keamanan beribadah seharusnya tidak muncul di masyarakat mana pun.

Masjid Lakemba diperkirakan akan menampung sekitar 5.000 jamaah setiap malam selama Ramadhan. Data Biro Statistik Australia menunjukkan lebih dari 60 persen penduduk di kawasan tersebut mengidentifikasi diri sebagai Muslim. Ancaman ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya rasisme dan Islamofobia di Australia.

Sebuah studi nasional terbaru mengungkapkan bahwa hampir 79 persen staf dan mahasiswa universitas mengalami pengalaman rasisme di lingkungan kampus. Situasi menjadi lebih tegang setelah serangan fatal di Pantai Bondi akhir tahun lalu, yang diduga dilakukan oleh dua orang bersenjata terinspirasi ISIS, menewaskan 15 orang pada perayaan hari raya Yahudi.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengecam keras ancaman kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Ramadhan. Ia menyebut intimidasi semacam ini sebagai tindakan keterlaluan dan menyerukan agar retorika politik yang memecah belah bisa dikurangi demi menjaga harmoni sosial.

Data dari Registrasi Islamofobia Australia menunjukkan peningkatan insiden yang dilaporkan hingga 740 persen sejak serangan di Bondi. Walikota Lakemba, El-Hayek, menyatakan bahwa ketegangan di komunitas meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir, menjadikannya sebagai situasi yang paling buruk sejak lama.

Peningkatan intoleransi ini ikut memperparah rasa tidak aman bagi komunitas Muslim di Australia, terutama saat mereka bergegas menjalankan ibadah Ramadhan. Polisi dan pemimpin masyarakat terus berupaya meredam ketegangan dan memastikan keamanan warga agar bulan suci dapat dijalankan dengan khusyuk dan aman.

Terkait