Tiga Siswa Tewas Di Sekolah Filipina, Dua Remaja Ditangkap Setelah Penembakan Maut

Dua remaja kini berada dalam tahanan polisi setelah penembakan di sebuah sekolah menewaskan tiga siswa dan melukai tujuh lainnya di Filipina. Insiden ini menjadi kasus penembakan sekolah yang langka di negara tersebut dan langsung memicu penyelidikan besar-besaran.

Peristiwa itu terjadi pada Senin pagi di San Jose National High School, Tacloban City, di kawasan Eastern Visayas. Polisi mengatakan mereka merespons panggilan darurat tentang penembakan aktif di sekolah itu dan segera mengamankan area.

Dua tersangka diamankan, dua senjata disita

Tacloban City Police Office menyebut dua tersangka yang ditahan hanya diidentifikasi sebagai Rod dan Nash. Polisi juga menemukan dua senjata api, yaitu revolver kaliber .38 dan pistol Glock 9mm, yang kini akan diperiksa secara forensik.

Otoritas mengatakan total ada 10 korban yang mendapat bantuan setelah lokasi diamankan. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit setempat untuk penanganan darurat, dan tiga di antaranya dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Video yang belum terverifikasi dan beredar di internet memperlihatkan para siswa berlindung di bawah meja kelas saat tembakan terdengar di sekitar mereka. Dalam rekaman itu, jeritan dan tangisan siswa juga terdengar jelas.

Polisi curigai motif perundungan

Kepolisian Tacloban menyebut perundungan mungkin menjadi motif di balik penembakan tersebut. Kantor Informasi Kota Tacloban juga menyatakan insiden ini “bukan penembakan acak”.

“Investigasi awal menunjukkan insiden ini mungkin berawal dari dendam pribadi yang diduga berakar pada perundungan di sekolah,” kata pihak kepolisian. Mereka menegaskan penyelidikan menyeluruh masih berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah memerintahkan penyelidikan komprehensif dan memastikan keamanan publik di sekolah-sekolah, menurut juru bicara persnya, Claire Castro. Ia mengatakan presiden menyesali insiden itu dan menilai kejadian semacam ini menimbulkan duka serta ketakutan, terutama bagi para orang tua korban.

Sekolah ditutup sementara, korban mendapat pendampingan

Kantor Informasi Kota Tacloban menyebut akan segera menerbitkan surat keputusan yang mengesahkan penangguhan kelas di San Jose Central School, Manlurip Elementary School, dan San Jose National High School. Wakil Wali Kota Raymund Romualdez juga disebut berada di lokasi kejadian.

Guru, siswa, dan orang tua yang terdampak sedang menerima apa yang disebut kota sebagai “psychological first aid”. Pejabat kota juga meminta publik tidak menyebarkan foto orang-orang yang diduga terlibat karena tindakan itu melanggar kerahasiaan dan hak privasi anak di bawah hukum Filipina.

Kepala polisi Tacloban, Noelito Getigan, menyebut insiden ini sangat menyedihkan karena melibatkan anak di bawah umur. Ia menegaskan penyelidikan yang menyeluruh dan tidak memihak sedang dilakukan untuk mengungkap fakta dan memastikan akuntabilitas.

Terkait