Kim Jong Un Pamerkan Kendali Peluncur Roket 600mm Berkemampuan Nuklir di Pyongyang

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, terlihat mengemudikan peluncur roket bergerak berkaliber 600mm dalam sebuah upacara di Pyongyang. Media negara melaporkan bahwa senjata ini termasuk yang paling kuat di dunia dalam klasifikasinya.

Penampilan Kim di balik kemudi peluncur roket bertujuan memperkuat citra militernya sekaligus sebagai peringatan bagi musuh. Kegiatan ini berlangsung menjelang Kongres Partai yang sangat penting di Korea Utara, yang biasanya diwarnai dengan pertunjukan militer besar-besaran.

Korea Utara diketahui mendukung Rusia dalam invasi ilegal ke Ukraina dengan mengirimkan rudal dan ribuan pasukan. Para analis menilai pengalaman militer Korut di medan perang Ukraina dan kemungkinan teknologi yang diperoleh dari Moskow akan membantu mereka meningkatkan senjata serta taktik.

Detail Senjata dan Tampilan di Pyongyang

Gambar dari media resmi menunjukkan 50 unit peluncur roket yang berbaris dalam formasi tujuh baris. Setiap kendaraan pengangkut memiliki empat poros dengan lima tabung roket per unit. Kim Jong Un turun dari kendaraan saat ribuan warga melambaikan bendera kecil Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan, Kim menyebutkan bahwa roket berkaliber 600mm ini memiliki kemampuan setara misil balistik jarak pendek. Sistem pemandu roket itu menggunakan kecerdasan buatan, sehingga menempatkannya di kelas tersendiri dibandingkan dengan senjata sejenis di negara lain.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), jenis senjata ini “mengubah total peran dan konsep artileri dalam peperangan modern.” Kim percaya tidak ada negara lain yang memiliki sistem serupa saat ini.

Jangkauan dan Kapabilitas Nuklir

Sistem peluncur roket ini telah diumumkan sejak 2022 dan mampu menjangkau seluruh wilayah Korea Selatan. Roket tersebut dapat dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir taktis, meskipun diperkirakan Korea Utara hanya memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir dan bahan fisil untuk membuat 30-40 unit tambahan.

Korea Utara juga memiliki ragam kendaraan pengantar misil nuklir mulai dari balistik antar benua sampai persenjataan jarak pendek untuk operasi di Semenanjung Korea atau kawasan Pasifik Barat. Selain itu, negara ini memiliki ribuan artileri konvensional yang bisa menimbulkan kerusakan besar di Korea Selatan.

Ancaman Militer dan Ketegangan Regional

Dua tahun lalu, Korea Utara menggelar demonstrasi kekuatan artileri jarak jauh yang mampu menargetkan ibu kota musuh. Laporan dari RAND Corporation menyebutkan hampir 6.000 sistem artileri mereka berisiko menimbulkan korban besar jika ditembakkan ke daerah penduduk sipil di Korea Selatan.

Dalam waktu singkat, sekitar 10.000 warga sipil berpotensi menjadi korban hanya dalam satu jam serangan artileri. Pameran peluncur roket di depan Gedung Budaya 25 April ini dikelilingi oleh spanduk merah dan tanda-tanda persiapan Kongres Partai ke-9.

Kim Jong Un juga memberi sinyal akan ada lebih banyak alutsista yang dipertontonkan dalam beberapa hari mendatang. Dia menyerukan para pengembang senjata serta perakit amunisi untuk meningkatkan usaha demi melaksanakan rencana strategis partai dalam memperkuat pertahanan negara secara mandiri.

Pameran militer ini menegaskan bahwa Korea Utara terus memperkuat kemampuan persenjataan nuklir dan konvensionalnya sebagai bagian dari kebijakan pertahanan sekaligus mempertahankan posisi politik dalam konstelasi geopolitik regional dan global.

Exit mobile version