Bekas Pangeran Andrew, yang kini dikenal sebagai Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik terkait pengungkapan dalam dokumen Jeffrey Epstein. Penahanan ini terjadi pada hari ulang tahunnya yang ke-66, setelah sebuah organisasi anti-kerajaan mendesak penyelidikan polisi atas indikasi bahwa Andrew membagikan informasi rahasia pemerintah kepada Epstein saat menjabat sebagai utusan dagang Inggris.
Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi penangkapan tersebut dan melakukan penggeledahan di beberapa alamat di Berkshire dan Norfolk. Andrew ditahan sepanjang hari sebelum akhirnya dibebaskan dengan status “rilis dalam penyelidikan,” sehingga ia bebas tanpa pembatasan selama proses penyelidikan berlangsung.
Alasan Penangkapan dan Dugaan Pelanggaran
Polisi sedang menilai klaim yang muncul dari dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS mengenai indikasi Andrew melakukan kesalahan saat menjalankan jabatan publik. Dalam pernyataannya, polisi menjelaskan bahwa tindakan ini sesuai prosedur dan telah diberitahukan ke Home Office 30 menit sebelum penangkapan. Jika terbukti bersalah, Andrew menghadapi hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Selama bertugas sebagai utusan dagang Inggris di Asia, Andrew diduga membagikan laporan resmi mengenai perjalanan dinas dan peluang investasi kepada Epstein. Dokumen menunjukkan bahwa beberapa email berisi informasi rahasia dikirim langsung kepadanya tanpa pesan pengantar, dan ada komunikasi lanjutan mengenai "brief rahasia" terkait investasi di Afghanistan yang saat itu menjadi lokasi operasi militer Inggris.
Respons Kerajaan dan Pemerintah Inggris
Raja Charles III menyatakan keprihatinan mendalam atas berita penangkapan Andrew. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara adil dan sesuai aturan, serta memberikan dukungan penuh kepada pihak berwenang. Pemerintah juga mendukung prinsip hukum yang menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal dari hukum.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menguatkan kembali prinsip ini dengan mengatakan, "tidak ada yang berada di atas hukum," dan menyerahkan prosesnya kepada polisi. Sementara itu, Istana Buckingham menyatakan kesiapan keluarga kerajaan membantu investigasi jika diminta.
Reaksi Keluarga Virginia Giuffre dan Latar Belakang Kasus
Andrew sebelumnya kehilangan gelar kerajaan karena kontroversi terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein dan tuduhan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh Virginia Giuffre. Giuffre menuduh Andrew melakukan pelecehan saat dirinya masih di bawah umur, tuduhan yang selalu dibantah oleh Andrew, meskipun akhirnya mencapai penyelesaian senilai sekitar $16 juta.
Keluarga Virginia Giuffre menyambut kabar penangkapan ini sebagai bukti bahwa "tidak ada yang kebal hukum, bahkan seorang bangsawan." Mereka menyatakan rasa terima kasih atas kerja keras polisi Thames Valley dan menegaskan bahwa perjuangan Virginia adalah untuk keadilan para korban.
Dukungan Bukti dari Dokumen Epstein
Salah satu bukti penting berupa email dari Ghislaine Maxwell, rekan Epstein, yang mengkonfirmasi keaslian foto Andrew bersama Virginia Giuffre. Maxwell sebelumnya menyangkal keaslian foto tersebut, namun draft email yang baru dirilis dari 2015 menunjukkan pengakuannya bahwa foto itu memang asli dan diambil saat mereka berada di London.
Implikasi Penyelidikan dan Isu Kerahasiaan Pemerintah
Kasus ini memicu kekhawatiran mengenai penyalahgunaan informasi rahasia oleh pejabat publik yang memiliki akses tinggi. Sebelumnya, diplomat Inggris Peter Mandelson juga diperiksa terkait dugaan membocorkan informasi rahasia kepada Epstein. Penyelidikan yang sedang berlangsung dipandang sebagai bagian dari upaya mengungkap dan menghapus praktik korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.
Dukungan Keluarga Kerajaan untuk Proses Hukum
Keluarga Kerajaan menyatakan komitmen melanjutkan tugas dan pelayanan mereka kepada masyarakat Inggris sembari mendukung penyelidikan independen dan profesional. Raja Charles menegaskan tidak akan mengomentari lebih lanjut selama proses berjalan.
Kasus penangkapan Andrew ini menjadi sorotan global, sekaligus mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, terutama bagi tokoh-tokoh yang sebelumnya dianggap kebal hukum. Masih banyak perhatian publik tertuju pada bagaimana proses hukum akan berjalan dalam menghadapi tuduhan serius dari dokumen Epstein yang makin menguak jaringan kompleks pelanggaran dan penyalahgunaan kekuasaan.
