Studi Lancet Ungkap Kematian di Gaza Selama 15 Bulan Perang Ternyata Jauh Lebih Tinggi dari Data Resmi

Studi terbaru yang dipublikasikan oleh The Lancet Global Health mengungkap jumlah kematian di Gaza selama 15 bulan pertama perang jauh lebih tinggi dibandingkan laporan resmi sebelumnya. Penelitian ini menyatakan lebih dari 75.000 warga Palestina tewas dalam periode tersebut, melampaui angka 49.000 yang diumumkan oleh otoritas kesehatan Gaza.

Survei ini merupakan riset independen pertama yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat Gaza. Tim riset mewawancarai 2.000 rumah tangga selama tujuh hari mulai akhir Desember 2024 untuk memperoleh data akurat tentang tingkat kematian akibat konflik.

Komposisi Korban dan Metodologi Survei

Sekitar 56,2% korban tewas adalah perempuan, anak-anak, dan lansia, yang sesuai dengan data yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Penelitian ini menekankan bahwa angka-angka tersebut bukan hanya korban langsung perang, tetapi juga meliputi kematian tidak langsung akibat kondisi perang yang berkepanjangan.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka oleh staf survei yang berpengalaman, kebanyakan berjenis kelamin perempuan. Metode ini dirancang agar dapat mewakili populasi Gaza secara proporsional dengan menggunakan bobot setiap responden berdasarkan jumlah penduduk yang direpresentasikan.

Perbandingan dengan Data Resmi dan Kontroversi

Selama ini, otoritas kesehatan Gaza melaporkan sekitar 72.000 kematian dan menyatakan bahwa ribuan korban lain belum terhitung karena tertimbun reruntuhan bangunan. PBB secara umum menganggap data kementerian kesehatan reliabel, namun Israel meragukan angka tersebut dengan alasan pengaruh Hamas dalam pengelolaan data tersebut.

Meski demikian, militer Israel sempat menyebutkan bahwa angka dari kementerian kesehatan secara kasar akurat meskipun kemudian menarik pernyataan itu. Studi terbaru ini membantah tuduhan inflasi korban dan justru memperkuat argumen bahwa laporan resmi Gaza cenderung bersifat konservatif.

Angka Kematian Tidak Langsung dan Relevansi Studi

Selain 75.200 kematian akibat kekerasan, penelitian ini juga memperkirakan adanya 16.300 kematian non-kekerasan selama 15 bulan pertama perang. Kematian tersebut disebabkan oleh penyakit, kondisi kesehatan yang memburuk, kecelakaan, dan faktor lain yang bersifat tidak langsung terkait konflik.

Pentingnya penelitian ini adalah memperlihatkan dampak kemanusiaan yang jauh lebih besar dari yang sebelumnya dipublikasikan. Pendekatan lapangan yang independen memberikan gambaran lebih realistis tentang krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.

Dampak Terhadap Persepsi dan Kebijakan Internasional

Penemuan data baru ini berpotensi mempengaruhi diskursus internasional mengenai konflik Gaza, khususnya dalam hal penanganan kemanusiaan dan penyusunan kebijakan untuk melindungi warga sipil. Sementara itu, data resmi dari pihak-pihak terkait kemungkinan akan terus mengalami verifikasi dan tinjauan ulang.

Data ini menegaskan urgensi dialog dan tindakan kemanusiaan yang lebih besar, mengingat konsekuensi berkepanjangan dari konflik yang melibatkan sektor rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran global atas kebutuhan perlindungan dan rehabilitasi di Gaza.

Berita Terkait

Back to top button