Ketegangan Memuncak antara Macron dan Meloni atas Pembunuhan Aktivis Sayap Kanan Prancis di Lyon

Ketegangan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memuncak terkait pembunuhan seorang aktivis sayap kanan Prancis. Orang ini tewas setelah mengalami penganiayaan oleh kelompok aktivis sayap kiri dalam aksi protes di Lyon akhir pekan lalu.

Tujuh tersangka, termasuk asisten anggota parlemen dari partai sayap kiri LFI (France Unbowed), kini menghadapi dakwaan pembunuhan. Sebelas orang sebelumnya telah ditangkap sehubungan dengan kasus ini, kata kantor kejaksaan Lyon.

Pernyataan Berbeda antara Macron dan Meloni

Meloni mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebut pembunuhan itu sebagai luka mendalam bagi seluruh Eropa. Ia menuding kelompok yang terlibat memiliki kaitan dengan ekstremisme sayap kiri.

Macron merespons dengan keras saat kunjungan ke India. Ia menilai nasionalis seperti Meloni sering ikut campur urusan negara lain namun menolak intervensi di negara sendiri. Pernyataan Macron ini dianggap sebagai sindiran langsung kepada Meloni.

Latar Belakang Ketegangan Politik

Perseteruan Macron dengan Meloni bukan hal baru. Mereka pernah berseberangan soal berbagai isu mulai dari konflik Ukraina, kebijakan perdagangan, hingga arah kebijakan Eropa. Macron dikenal sebagai centris pro-Eropa, sementara Meloni termasuk sekutu dekat Presiden AS Donald Trump di Eropa.

Kasus Quentin Deranque, korban berusia 23 tahun, menjadi amunisi politik yang tajam. Kematian ini memperlemah posisi LFI dan memberi peluang bagi partai sayap kanan National Rally untuk berdiri sebagai korban kekerasan ekstremis.

Status Hukum Tersangka

Jaksa Thierry Dran menyebut Jacques-Elie Favrot, asisten anggota parlemen LFI Raphael Arnault, sebagai tersangka dengan tuduhan membantu melalui provokasi. Favrot kini ditahan sebelum persidangan. Namun, Favrot dan tersangka lain membantah mereka melakukan pembunuhan.

Arnault mengonfirmasi bahwa asistennya sudah berhenti dari pekerjaan parlemen. Kuasa hukum Favrot menyatakan kliennya mengakui melakukan kekerasan dan hadir saat kejadian, tapi menolak bahwa dia yang menyebabkan kematian Deranque.

Reaksi Kantor Perdana Menteri Italia

Menanggapi kritik Macron, kantor Perdana Menteri Italia mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyatakan keheranan atas komentar Macron dan menegaskan bahwa Meloni sudah menyampaikan duka cita mendalam atas kematian Quentin Deranque.

Kasus ini terus memicu ketegangan diplomatik antara Prancis dan Italia. Sementara itu, proses hukum berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden yang mengguncang kedua negara tersebut.

Terkait