FBI berencana menghapus dua tahap pemeriksaan ketat bagi staf yang ingin menjadi agen khusus. Langkah ini diambil untuk mempercepat perekrutan agen baru karena kekurangan personel di bawah administrasi Presiden Donald Trump.
Menurut sumber yang mengetahui rencana ini, Direktur FBI Kash Patel akan membatalkan kewajiban wawancara dan tes menulis bagi pegawai FBI yang sudah bekerja di bagian pendukung dan mengajukan diri sebagai agen. Dengan demikian, pegawai yang lulus ujian tertulis secara online bisa langsung mengikuti pelatihan di Akademi FBI di Quantico, Virginia.
Retired FBI Supervisory Special Agent Jeff Crocker menyatakan bahwa penghapusan tahap wawancara ini dapat menurunkan standar perekrutan. Wawancara biasanya menilai pengalaman hidup, kemampuan berbicara di depan umum, dan keterampilan berpikir kritis para kandidat.
Crocker menjelaskan, selama lebih dari dua dekade berkarier di FBI, ia mengawasi proses seleksi calon agen khusus yang melibatkan panel tiga agen terlatih khusus. Panel ini mengidentifikasi kandidat yang tidak memenuhi standar ketat lembaga tersebut.
Sumber lain menyebut bahwa perubahan ini belum diumumkan secara luas di dalam FBI. Namun, juru bicara FBI Ben Williamson mengonfirmasi adanya penyederhanaan proses namun menolak anggapan bahwa standar perekrutan diturunkan.
Williamson mengatakan, pegawai yang ingin menjadi agen khusus tetap harus mendapat rekomendasi dari pimpinan divisi dan berhasil menyelesaikan pelatihan ketat di Quantico. Menurutnya, langkah ini hanya menghilangkan birokrasi berlebihan dalam proses rekrutmen pegawai internal.
Perubahan tersebut hanya berlaku bagi staf yang sudah bekerja di FBI dalam posisi administrasi, bukan untuk semua pelamar agen khusus. Program perekrutan pejabat internal adalah salah satu cara FBI mendapatkan agen baru selain dari veteran militer dan petugas penegak hukum tingkat negara bagian maupun lokal.
Sebagai lembaga penegak hukum paling elit di AS, FBI selama ini menerapkan standar tinggi untuk agen yang menangani berbagai investigasi kejahatan federal. Namun, di bawah kepemimpinan Patel, FBI berfokus lebih pada penanganan kejahatan kekerasan dan mendukung kebijakan imigrasi Presiden Trump.
Patel juga menyebut agen FBI sebagai “polisi” dan ingin memperluas jumlah agen khusus sebanyak 700 orang tahun ini. Proses wawancara panel selama ini sering menolak sejumlah besar pelamar yang dinilai tidak layak.
Crocker memperingatkan bahwa mempermudah staf internal menjadi agen hanya dengan ujian daring sangat berisiko. Ia khawatir hal ini bisa menimbulkan dampak negatif besar dan memengaruhi kualitas serta integritas FBI dalam jangka panjang.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran prioritas di FBI, tetapi juga membuka perdebatan soal bagaimana menjaga standar profesionalisme dan pengawasan agen di lembaga penegak hukum tertinggi Amerika Serikat.







