Ketegangan Memuncak di Albania Polisi Tembakkan Gas Air Mata Hadapi Demonstran Tuntut Pengunduran Diri Pemerintah Akibat Dugaan Korupsi

Polisi di Tirana terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa oposisi yang menuntut pengunduran diri pemerintah Albania. Ketegangan meningkat setelah dugaan korupsi menimpa Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku, yang didakwa oleh unit penuntutan khusus karena diduga mencampuri tender proyek infrastruktur besar.

Para demonstran melemparkan bom molotov dan kembang api ke kantor Perdana Menteri Edi Rama. Polisi membalas dengan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang semakin ricuh.

Tuduhan korupsi ini menyulut kemarahan pendukung Partai Demokrat. Mereka menggelar aksi besar-besaran di jalanan dengan membawa bendera nasional dan partai sambil meneriakkan slogan “Rama pergi” dan “Rama ke penjara.”

Salah satu tokoh oposisi terkemuka, Sali Berisha, menyatakan bahwa masa jabatan Edi Rama sudah di ujung tanduk. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus menuntut pertanggungjawaban hukum hingga tuntas, “walaupun harus mencarinya hingga ke ujung dunia.”

Pengadilan anti-korupsi telah menangguhkan jabatan Balluku sementara waktu. Namun, kantor penuntutan khusus mendesak parlemen untuk mencabut kekebalan politiknya guna memungkinkan penangkapan.

Partai Sosialis yang dipimpin Rama memiliki mayoritas kuat di parlemen dan belum jelas kapan atau apakah penghapusan kekebalan Balluku akan diputuskan. Balluku dikenal sebagai sekutu dekat Rama sekaligus mantan menteri infrastruktur.

Rama mengeluhkan adanya pelampauan kewenangan di lembaga peradilan, khususnya soal penahanan pra-persidangan. Ia menilai proses hukum atas kasus ini terlalu dipaksakan dan politis.

Albania tengah mempersiapkan diri bergabung dengan Uni Eropa pada 2030. Namun, Uni Eropa menegaskan bahwa penanganan korupsi dan kejahatan harus menjadi prioritas utama agar proses akreditasi berjalan lancar.

Secara lebih luas, demonstrasi kali ini menjadi cerminan ketegangan antara kekuasaan eksekutif dan penegak hukum di Albania. Konflik ini juga menguji arah reformasi politik serta upaya pemberantasan korupsi yang menjadi syarat utama integrasi Eropa.

Berita Terkait

Back to top button