Zelensky Ungkap Tak Ada Hari Keluarga Selama Perang dan Kehidupan Pribadi yang Terbatas di Tengah Konflik Rusia Ukraina

Author: Qoo Media

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan AFP bahwa ia tidak pernah memiliki hari khusus untuk keluarga. Seiring invasi Rusia yang telah memasuki tahun kelima, waktu bersama istri dan anak-anaknya sangat terbatas.

Zelensky, mantan komedian berusia 48 tahun, menyatakan bahwa tidak ada momen khas seperti “family day” untuk melakukan aktivitas bersama anak-anaknya. Ia mengakui sulit untuk meluangkan waktu setiap hari bersama keluarganya karena tuntutan memimpin negara dalam konflik besar.

Kehidupan Pribadi yang Terkorbankan

Zelensky berusaha menyempatkan diri dengan sang istri, Olena, serta dua anak mereka, Oleksandra (21 tahun) dan Kyrylo (13 tahun). Namun, ia menyesali minimnya waktu yang dihabiskan bersama mereka. "Dia (Oleksandra) sangat dewasa," ujarnya, seraya menyadari ia masih banyak hal yang belum diketahui tentang putrinya.

Menyinggung kewajiban orang tua yang terabaikan, Zelensky menegaskan kepercayaan bahwa ibu dan nenek dapat memberikan didikan yang baik. Namun, ia menambahkan bahwa beberapa hal penting, terutama bagi seorang anak laki-laki, harus dibicarakan dengan ayah, dan hal ini menjadi kekurangan di keluarganya.

Rutinitas dan Aktivitas Sehari-hari

Sejak pecahnya perang, Zelensky sudah tidak lagi dapat menikmati hiburan seperti pergi ke bioskop atau kafe. Ia mengaku belum pernah mengunjungi kafe dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, ia tetap mengikuti perilisan film terbaru, termasuk drama sejarah "Nuremberg" dan film yang masuk nominasi Oscar "One Battle After Another."

Zelensky biasanya menghabiskan waktu di kompleks kepresidenan, kecuali saat melakukan kunjungan luar negeri atau bertemu dengan pasukan. Ia juga sangat menjaga kebugaran dengan latihan singkat sekitar 25-30 menit setiap hari. "Saya dulu suka berlari di luar, tapi sekarang tidak lagi," katanya.

Keamanan dan Perlindungan

Pada dua tahun pertama konflik, Zelensky tinggal di bunker yang ada di kawasan presiden di Kyiv, sebagai bentuk perlindungan dari ancaman pembunuhan yang diduga direncanakan oleh Rusia. Sejak awal invasi, Presiden Rusia Vladimir Putin pernah menyerukan penggulingan Zelensky melalui kudeta militer.

Meski kini tidak lagi tinggal di bunker, Zelensky menegaskan bahwa semangat Ukraina tidak dapat dipaksa bersembunyi. Ia membandingkan situasi yang dihadapi oleh pasukan Rusia: "Mereka berjalan di jalanan Moskow, tapi sebenarnya mereka yang berada di bunker."

Wawancara ini memberikan gambaran mendalam mengenai perjuangan pribadi dan profesional Zelensky saat memimpin negara di tengah perang yang belum usai. Ia harus menyeimbangkan tugas negara dan kerinduan terhadap keluarga dalam situasi yang penuh tekanan dan bahaya konstan.

Terbaru