Gelombang panas ekstrem kembali menyelimuti Inggris dan memicu lonjakan suhu yang memecahkan rekor untuk bulan Juni. Di wilayah selatan, suhu udara tercatat mencapai 36,9 derajat Celsius, melampaui rekor yang bertahan sejak 1976.
Kondisi ini terjadi dalam rentang beberapa hari dan membuat rekor suhu maksimum Juni terpecahkan berulang kali. Kantor Badan Meteorologi Inggris mencatat, dalam tiga hari saja, rekor tersebut terlampaui hingga empat kali.
Rekor baru terjadi beruntun
Suhu tinggi terpantau di sejumlah wilayah Inggris selatan pada Rabu dan Kamis, dengan catatan 35,8 derajat, 36,1 derajat, dan 36,4 derajat Celsius. Badan Meteorologi Inggris kemudian mengumumkan bahwa rekor sementara hari terpanas pada Juni kini berada di Wattisham, Suffolk, dengan suhu 36,9 derajat Celsius.
Kondisi panas yang terus menguat itu menunjukkan betapa cepatnya suhu ekstrem bergerak di Inggris. Data resmi badan meteorologi juga memperlihatkan bahwa fenomena ini tidak hanya sesaat, tetapi berlangsung cukup intens untuk mendorong pemecahan rekor secara bertahap.
Peringatan merah sempat dikeluarkan
Pada Senin, 22 Juni 2026, Badan Meteorologi Inggris mengeluarkan peringatan merah kondisi cuaca untuk Inggris dan Wales. Langkah ini diambil karena cuaca ekstrem diperkirakan mendorong suhu naik hingga 39 derajat Celsius pada Rabu dan Kamis.
Meski prakiraan sempat menunjukkan angka yang lebih tinggi, badan tersebut kemudian merevisi perkiraan cuaca. Revisi itu tetap menegaskan bahwa wilayah tersebut berada dalam tekanan suhu tinggi yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Dampak gelombang panas pada musim panas Inggris
Rekor suhu yang pecah beruntun menjadi penanda bahwa musim panas di Inggris menghadapi kondisi yang jauh lebih panas dari biasanya. Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana suhu ekstrem bisa bergerak cepat dalam waktu singkat dan memengaruhi banyak wilayah sekaligus.
Dengan suhu yang sudah menyentuh 36,9 derajat Celsius di Wattisham, Suffolk, otoritas cuaca Inggris terus memantau perkembangan gelombang panas di wilayah selatan dan sekitarnya. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian utama karena rekor Juni yang pecah berulang kali menunjukkan intensitas cuaca panas yang tidak biasa.
