Ancaman Penghapusan Andrew Mountbatten-Windsor dari Daftar Suksesi Kerajaan Inggris Terkuak

Author: Qoo Media

Istana Buckingham dikabarkan tidak akan menghalangi upaya parlemen untuk menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi takhta Inggris. Langkah ini muncul setelah penangkapan Andrew terkait dugaan pelanggaran serius saat menjabat sebagai utusan dagang Inggris.

Meskipun telah dicopot gelar dan tugas resminya, Andrew masih berada di posisi kedelapan dalam garis suksesi. Raja Charles diberitakan tidak menentang wacana legislatif yang bertujuan memastikan Andrew tidak dapat naik takhta.

Dugaan Kebocoran Informasi Rahasia

Penangkapan Andrew dipicu oleh dokumen Departemen Kehakiman AS yang mengindikasikan bahwa ia membocorkan informasi rahasia kepada terpidana kasus asusila, Jeffrey Epstein. Hubungan kontroversial ini menimbulkan beban besar bagi monarki, terutama setelah wawancara Andrew pada 2019 yang berdampak negatif pada citranya dan membuatnya mundur dari tugas publik.

Untuk menghapus seseorang dari garis suksesi memerlukan undang-undang baru yang harus disetujui oleh anggota parlemen, House of Lords, Raja Charles, serta 14 negara Persemakmuran tempat raja menjadi kepala negara.

Penyelidikan Polisi Terus Berlanjut

Polisi menggeledah kediaman lama Andrew di Royal Lodge, Windsor, dan rumah barunya di Sandringham, Norfolk, untuk mengumpulkan barang bukti. Penggeledahan ini diperkirakan berlangsung sepanjang akhir pekan dan merupakan bagian dari penyelidikan kriminal yang sedang berjalan.

Menteri Pertahanan Inggris, Luke Pollard, mengatakan pemerintah bekerja sama erat dengan Istana untuk mencegah Andrew mendekati takhta. Namun, tindakan hukum formal diperkirakan akan menunggu hasil investigasi kepolisian.

Langkah Pemerintah dan Persetujuan Parlemen

Sekretaris Utama Departemen Keuangan, James Murray, menegaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan segala opsi dan tidak mengesampingkan kemungkinan penghapusan Andrew dari garis suksesi. Proses ini melibatkan mekanisme legislatif yang ketat dan persetujuan dari berbagai pihak berwenang.

Sejarah Kelam Monarki Inggris

Penangkapan Andrew pada usianya yang ke-66 menjadi peristiwa bersejarah dalam monarki Inggris. Ia menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang ditangkap dalam lebih dari 350 tahun, mengingat terakhir kali hal serupa terjadi saat Charles I ditangkap dan dieksekusi pada tahun 1647.

Andrew secara konsisten membantah keterlibatannya dalam kasus Epstein. Namun, beragam bukti baru terus bermunculan dan menambah tekanan terhadap posisinya dalam struktur kerajaan. Proses hukum dan politik yang sedang berjalan menunjukkan ancaman serius terhadap kelangsungan statusnya di garis suksesi.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Terbaru