Immigration and Customs Enforcement (ICE) tengah memperluas jaringan pusat penahanan dengan mengakuisisi gudang besar di berbagai kota di Amerika Serikat. Rencana pembelian senilai miliaran dolar ini menciptakan ketegangan, karena sejumlah pemilik properti mulai menarik diri dari kesepakatan setelah publik menolak atau menimbulkan kontroversi.
ICE telah membeli gudang berskala besar di lebih dari 20 lokasi untuk diubah menjadi pusat pemrosesan tahanan imigran. Namun, beberapa pemilik mulai menolak menjual setelah mendapatkan tekanan dari komunitas setempat dan pejabat daerah yang merasa kurang mendapat informasi sebelum transaksi dilakukan.
Pembelian Gudang Besar di Berbagai Negara Bagian
-
Arizona
ICE membeli gudang seluas 418.000 kaki persegi di Surprise dengan harga $70 juta tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pejabat lokal. Proyek retrofit fasilitas ini diperkirakan memakan biaya tambahan hingga $150 juta untuk menampung 1.500 tahanan. -
Florida
Di Orlando, pihak kontraktor federal terlihat menginspeksi gudang seluas 440.000 kaki persegi, namun Walikota menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dan tidak memiliki mekanisme hukum untuk menghentikan rencana tersebut. -
Georgia
Gudang di Social Circle dibeli ICE dengan harga $128,6 juta dan direncanakan mampu menampung 7.500 hingga 10.000 tahanan menggunakan desain modular yang fleksibel. Lokasi lain di Oakwood juga sedang dalam tahap pertimbangan. -
Indiana
Pemilik gudang di Merrillville secara terbuka menolak negosiasi dengan ICE setelah adanya kekhawatiran dari masyarakat dan pejabat terkait rencana pembelian. -
Maryland
ICE menyelesaikan pembelian gudang seharga $102,4 juta di daerah yang berjarak sekitar 60 mil dari Baltimore. Pihak berwenang lokal mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dan menyatakan dukungannya. -
Michigan
Pembelian gudang di Romulus diumumkan setelah transaksi selesai, menimbulkan kekhawatiran komunitas setempat terkait minimnya komunikasi. -
Minnesota
Beberapa pemilik gudang di pinggiran Minneapolis membatalkan rencana penjualan setelah menerima tekanan dan protes dari warga. -
Mississippi & Missouri
Setelah adanya oposisi publik, rencana pendirian fasilitas penahanan di Byhalia dan Kansas City dibatalkan. Senator Mississippi bahkan menyatakan pihak federal mencari lokasi lain. -
New Hampshire
Gubernur konservatif berkonflik dengan pejabat federal setelah ICE mengumumkan anggaran $158 juta untuk mengubah gudang di Merrimack menjadi pusat penahanan berkapasitas 500 tempat tidur. -
New Jersey
Meskipun menawarkan keringanan pajak, Roxbury gagal menggagalkan pembelian gudang yang dilakukan ICE. Pemerintah daerah bertekad tidak tinggal diam terhadap kebijakan ini. -
New York
ICE membatalkan rencana pembelian gudang di Chester setelah mendapat oposisi, memastikan bahwa fasilitas tersebut tidak akan dikembangkan di sana. -
Oklahoma
Pemilik properti di Oklahoma City mengakhiri pembicaraan dengan DHS terkait potensi akuisisi atau sewa gudang. -
Pennsylvania
DHS membeli dua gudang di bagian timur negara bagian, dengan gubernur menjanjikan perlawanan terhadap rencana konversi menjadi pusat tahanan. -
Texas
ICE membeli tiga gudang besar di Socorro dengan nilai total $122,8 juta dan satu gudang di San Antonio seharga $66,1 juta, meski pejabat lokal menolak keras rencana ini. Di Hutchins, pemilik gudang menolak bernegosiasi dengan DHS. -
Utah
Pemilik gudang di Salt Lake City menarik rencana penjualan setelah mendapat dukungan dari walikota terhadap penolakan fasilitas tahanan. - Virginia
Setelah ancaman boikot, sebuah pengembang di Richmond membatalkan transaksi penjualan properti kepada kontraktor pemerintah federal.
Dampak dan Kontroversi di Tingkat Lokal
Banyak komunitas yang merasa terkejut dengan pembelian yang dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kekhawatiran muncul terkait dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan dari konversi gudang-gudang tersebut menjadi pusat penahanan imigran. Pejabat lokal mengekspresikan ketidakpuasan atas minimnya komunikasi dan konsultasi sebelum transaksi properti dilaksanakan oleh DHS dan ICE.
Ketegangan ini mendorong beberapa pemilik properti mundur dari kesepakatan, membuktikan adanya resistensi kuat di tingkat lokal terhadap ekspansi fasilitas penahanan yang dinilai kontroversial. Sementara itu, pemerintah federal tetap melanjutkan rencana ambisius ini dengan investasi bernilai puluhan miliar dolar.
Secara keseluruhan, perluasan ICE melalui pembelian gudang menimbulkan perdebatan meluas yang mencerminkan kompleksitas isu imigrasi dan kebutuhan transparansi dalam transaksi sewa atau jual beli properti yang berdampak pada masyarakat lokal. Adanya penolakan dari pemilik properti menandai tantangan tambahan bagi pemerintah federal dalam menjalankan strategi ini secara efektif.
