Pakistan melancarkan serangan udara terhadap markas militan yang beroperasi di wilayah Afghanistan. Langkah ini diambil menyusul serangkaian serangan mematikan yang terjadi di Pakistan dan diduga dipimpin oleh kelompok militan yang berbasis di Afghanistan.
Kementerian Informasi Pakistan menyatakan operasi militer tersebut berlangsung dengan basis intelijen dan sasaran yang selektif. Serangan tersebut menargetkan tujuh kamp militan yang diyakini menjadi basis Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasinya, termasuk kelompok yang terkait dengan ISIS.
Reaksi Pemerintah Afghanistan
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengonfirmasi serangan udara tersebut dan mengecamnya sebagai pelanggaran kedaulatan nasional. Mereka menilai aksi militer Pakistan tersebut juga melanggar hukum internasional yang berlaku.
Menurut kementerian, serangan terjadi di daerah pemukiman sipil di provinsi Nangarhar dan Paktika, termasuk sebuah pesantren dan sejumlah rumah warga. Situasi ini menimbulkan korban jiwa di kalangan perempuan dan anak-anak.
Dampak Serangan dan Korban Sipil
Sayed Tayeb Hamad, pejabat kepolisian senior di Nangarhar, melaporkan bahwa 18 orang tewas akibat serangan tersebut. Proses evakuasi korban dari puing-puing bangunan masih terus berlangsung pada pagi hari setelah serangan.
Serangan ini mengikuti bulan yang penuh dengan aksi kekerasan di dalam Pakistan, termasuk penembakan dua tentara di wilayah barat laut, dengan salah satunya berpangkat letnan kolonel.
Latar Belakang Konflik
Awal bulan ini, sebuah bom bunuh diri menghantam masjid Syiah di Islamabad, menewaskan puluhan orang. Pakistan memiliki bukti kuat bahwa serangan tersebut didalangi oleh para militan yang dipimpin oleh pimpinan di Afghanistan.
Ketegangan antara kedua negara ini semakin meningkat setelah gencatan senjata rapuh disepakati pada Oktober lalu. Sejak saat itu, perbatasan sepanjang sekitar 1.600 mil sering menjadi lokasi bentrokan yang mengakibatkan korban sipil.
Hubungan Pakistan-Afghanistan dan TTP
Islamabad menuduh Kabul memberikan perlindungan kepada TTP, tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Afghanistan. Dalam sebuah wawancara, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan niat negaranya untuk menumpas kepemimpinan TTP yang beroperasi di Afghanistan dengan berbagai cara yang tersedia.
Serangan udara terbaru ini merupakan ujian bagi perdamaian yang dibangun antara Pakistan dan Afghanistan serta menunjukkan betapa kompleksnya hubungan kedua negara dalam menghadapi ancaman militan lintas batas.
Informasi Tambahan
- Serangan terakhir dilaporkan mengincar basis militan di provinsi Nangarhar dan Paktika.
- Korban jiwa meliputi warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
- Pakistan menyebutkan adanya serangan terhadap dua tentaranya baru-baru ini.
- Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok terkait ISIS menjadi sasaran utama operasi militer.
Ketegangan ini menjadi peringatan bagi kedua negara mengenai pentingnya langkah diplomatik untuk mengelola konflik lintas batas yang terus mengancam stabilitas kawasan. Pakistan dan Afghanistan dihadapkan pada tantangan serius untuk menjaga perdamaian sambil menangani ancaman keamanan yang menyeruak dari kelompok militan yang bersembunyi di perbatasan.





