Solar Sheep Mengubah Pertanian Australia dengan Panel Surya yang Tingkatkan Pendapatan dan Energi Hijau secara Berkelanjutan

Peternak di pedesaan Australia menggunakan panel surya sekaligus menggembalakan domba di bawahnya, dikenal sebagai metode agrivoltaik. Model ini membantu transisi wilayah rural menuju energi hijau sekaligus memberikan pendapatan tambahan yang signifikan bagi petani.

Tom Warren, petani di Dubbo, memelihara lebih dari 30.000 panel surya yang tersebar di lahan sekitar 50 hektar. Dia bekerjasama dengan perusahaan energi terbarukan Neoen selama lebih dari satu dekade.

Awalnya, Warren khawatir panel surya akan mengganggu aktivitas domba mencari rumput. Namun fakta menunjukkan, domba justru memilih berteduh di bawah panel yang menyediakan naungan alami. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi hewan ternak.

Produksi listrik di peternakan tersebut mencapai sekitar 20 megawatt, memenuhi sebagian besar kebutuhan energi lokal. Warren mengungkapkan pendapatan dari penjualan listrik jauh melebihi hasil usaha tani konvensionalnya.

Selain itu, rumput di bawah panel tetap hijau dan berkualitas lebih baik karena terlindung dari cuaca ekstrem. Kondisi ini secara langsung meningkatkan mutu dan kebersihan wol domba. Pendapatan dari penjualan wol meningkat sekitar 15 persen dibandingkan sebelumnya.

Fakta serupa juga ditemukan pada petani lain seperti Tony Inder di Wellington, yang menggembalakan 6.000 domba di area luas 4.000 hektar. Inder menyatakan bahwa pola makan domba di bawah panel surya lebih konsisten, sehingga menghasilkan wol yang lebih berkualitas.

Model agrivoltaik ini memberikan keuntungan bagi pemilik tanah dan peternak. Biasanya, pemilik tanah membebaskan penggunaan lahan untuk menggembalakan domba agar mereka tidak perlu sering memotong rumput dan menjaga panel surya tetap berfungsi optimal serta meminimalisir risiko kebakaran lahan.

Pendekatan ini semakin populer di New South Wales, di mana hampir semua peternakan surya sudah menerapkan sistem penggembalaan domba. Menurut direktur Neoen untuk wilayah tersebut, penggabungan pertanian dan energi surya menjadi tren yang sulit dipisahkan.

Australia tengah berusaha mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dengan target pemotongan emisi gas rumah kaca hingga 70 persen dari tingkat tahun 2005. Negara ini juga menginvestasikan dana besar untuk energi surya, turbin angin, dan manufaktur hijau.

Karin Stark dari Farm Renewables menekankan perlunya insentif dan pendanaan lebih untuk mendorong penggunaan lahan pertanian secara terintegrasi dengan energi terbarukan. Masyarakat mulai menyadari bahwa petani tetap produktif meski mengintegrasikan panel surya di lahan mereka.

Model “solar sheep” di Australia menciptakan sinergi antara energi bersih dan kegiatan pertanian yang berkelanjutan. Sistem ini dapat menjadi contoh global bagaimana pemanfaatan lahan secara efisien mendukung kelestarian lingkungan dan perekonomian lokal.

Berita Terkait

Back to top button