Islamic State Umumkan ‘Fase Baru’ Operasi dengan Serangan Mematikan ke Militer Suriah dan Koalisi Internasional

Author: Qoo Media

Kelompok Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan terhadap personel tentara Suriah yang terjadi di wilayah utara dan timur negara tersebut. Kelompok militan ini menandai serangan tersebut sebagai bagian dari "fase baru operasi" yang menargetkan kepemimpinan Suriah.

Serangan pertama dilaporkan terjadi di kota Mayadin, provinsi Deir al-Zor, di mana seorang individu yang disebut sebagai anggota rezim Suriah ditembak menggunakan pistol. Sementara itu, serangan kedua menimpa dua personel tentara dengan senapan mesin di kota Raqqa, yang berada di bagian utara.

Respon dan Dampak Serangan Terhadap Pasukan Suriah

Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan bahwa dalam dua serangan tersebut, seorang tentara dan seorang warga sipil tewas akibat serangan dari pelaku yang belum diketahui secara pasti. Sumber militer menyebutkan bahwa tentara yang tewas adalah bagian dari Divisi ke-42 Angkatan Darat Suriah.

Serangan ini terjadi dalam konteks eskalasi tajam serangan IS terhadap pemerintahan di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa. Sharaa adalah mantan pemimpin al-Qaeda yang memutuskan hubungan dengan kelompok tersebut pada 2016 dan kemudian memimpin koalisi faksi Islamis yang menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu.

Pengumuman “Fase Baru” Operasi oleh Islamic State

Pada Sabtu malam, juru bicara IS, Abu Hudhayfa al-Ansari, merilis pernyataan rekaman yang menuduh Suriah telah berpindah dari "pendudukan Iran" ke "pendudukan Turki-Amerika." Kelompok tersebut berjanji akan melanjutkan kampanye kekerasan dalam "fase operasi baru" dengan menargetkan Sharaa, yang mereka gambarkan sebagai "anjing penjaga" dari koalisi global.

Kelompok ini bahkan menekankan bahwa nasib Sharaa akan sama dengan nasib Assad. Sikap ini muncul setelah Shiaraa melakukan langkah signifikan dengan menandatangani keikutsertaan Suriah dalam koalisi global untuk mengalahkan IS saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Konteks Serangan Terbaru dan Ancaman Keamanan

Serangan terbaru ini mengikuti klaim IS atas serangan di Deir al-Zor dua hari sebelumnya yang menewaskan anggota keamanan dalam negeri. Selain itu, sejumlah akun media sosial dan kanal Telegram pendukung IS menyerukan peningkatan serangan menggunakan sepeda motor dan senjata api di wilayah-wilayah strategis.

Sepanjang masa pasca-kejatuhan Assad, IS tercatat telah melakukan enam serangan utama terhadap target pemerintah Suriah. Menurut laporan Kantor PBB untuk Kontra-Terorisme, Sharaa dan dua menteri kabinet senior telah menjadi sasaran lima upaya pembunuhan yang berhasil digagalkan oleh keamanan, menunjukkan bahaya terus-menerus yang dihadapi oleh elit pemerintahan Suriah.

Ancaman Berkelanjutan dan Ketidakstabilan Regional

Pengumuman IS mengenai fase baru operasi mengindikasikan potensi eskalasi serangan teroris di Suriah. Upaya tersebut membahayakan stabilitas pemerintahan yang baru terbentuk dan menimbulkan risiko keamanan yang lebih luas bagi kawasan. Operasi yang terencana dan terkoordinasi oleh kelompok militan ini memperlihatkan kemampuan mereka dalam menjalankan serangan mematikan.

Pemantauan ketat dan respons cepat dari pasukan keamanan Suriah serta dukungan internasional dalam upaya kontra-terorisme menjadi kunci menghadapi ancaman yang terus berkembang ini. Kondisi ini menempatkan Suriah pada posisi kritis dalam perang melawan kelompok radikal yang bertekad untuk menggulingkan rezim penguasa saat ini.

Terbaru