Bentrok kekerasan pecah di wilayah barat Meksiko usai operasi militer yang menewaskan pemimpin kartel Jalisco New Generation, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau dikenal sebagai “El Mencho.” Kematian tokoh ini memicu kekhawatiran keamanan meluas di sejumlah daerah di Meksiko.
Kementerian Pertahanan Meksiko mengumumkan bahwa El Mencho terluka dalam penggerebekan di kota Tapalpa dan meninggal saat penerbangan menuju Mexico City. Operasi ini menunjukkan keberhasilan besar pasukan keamanan Meksiko, yang didukung kolaborasi intelijen dari Joint Interagency Task Force-Counter Cartel Amerika Serikat.
Profil El Mencho dan Kartel Jalisco New Generation
El Mencho merupakan salah satu bandar narkoba paling berbahaya dan berpengaruh di dunia. Ia diakui setara dengan tokoh besar seperti Joaquín “El Chapo” Guzmán dan Ismael “El Mayo” Zambada. Kartel Jalisco New Generation (CJNG), yang bermarkas di negara bagian Jalisco, dikenal sebagai organisasi kriminal cepat berkembang yang menguasai jaringan peredaran narkoba, terutama fentanyl, ke Amerika Serikat.
Sejak 1990-an, El Mencho aktif dalam perdagangan narkoba. Ia turut mendirikan CJNG pada 2007 bersama Érick Valencia Salazar alias “El 85,” yang kini sudah ditangkap Amerika Serikat. Kartel ini terkenal agresif dalam menghadapi militer, bahkan menggunakan drone untuk meluncurkan bahan peledak dan memasang ranjau.
Situasi Kekerasan Setelah Operasi
Setelah kematian El Mencho, kartel merespons dengan membakar kendaraan dan menutup jalan di beberapa kota, termasuk Guadalajara dan Puerto Vallarta. Taktik ini bertujuan menghambat operasi militer. Gubernur Jalisco mengaktifkan "code red" atau keadaan darurat sebagai respons langsung guna mengendalikan keamanan.
Transportasi publik dihentikan dan warga dianjurkan tetap di rumah. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pardo menyatakan bahwa sebagian besar wilayah lain tetap berjalan normal meskipun ada gangguan di beberapa daerah. Penghalang jalan dan kebakaran juga terjadi di negara bagian lain seperti Michoacan, Colima, dan Tamaulipas.
Dampak Terhadap Transportasi dan Keamanan AS
Bandara Puerto Vallarta sempat mengalami gangguan operasional, sehingga maskapai seperti Air Canada, Southwest, Alaska Airlines, dan Delta Airlines membatalkan penerbangan. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga AS yang berada di berbagai negara bagian Meksiko untuk tetap berlindung di tempat sampai situasi terkendali.
Pihak keamanan AS turut terlibat dalam operasi lewat dukungan intelijen, namun penangkapan El Mencho tetap hasil murni operasi militer Meksiko. Sebelumnya, AS sempat menetapkan hadiah hingga 15 juta dolar untuk informasi yang membantu penangkapan penjahat ini.
Signifikansi Penangkapan dalam Perang Melawan Narkoba
Tokoh yang identik dengan kekerasan dan perjudian narkoba ini dianggap sebagai pukulan telak terhadap jaringan narkotika transnasional. Mike Vigil, mantan Kepala Operasi Internasional DEA, menyebut operasi ini sebagai salah satu aksi paling penting dalam sejarah penanggulangan narkoba.
Namun, respons kekerasan kartel juga mengindikasikan bahwa CJNG masih mempertahankan kekuatan signifikan di jalanan. Organisasi ini tak hanya mengkhawatirkan dari sisi peredaran narkoba, tetapi juga aktivitas kriminal lain seperti pemerasan, penyelundupan migran, pencurian minyak, dan perdagangan senjata.
Dengan kematian El Mencho, tantangan besar menanti pasukan keamanan Meksiko dan mitra internasional dalam menjaga kestabilan dan keamanan wilayah yang terdampak serta memutus rantai perdagangan narkoba yang merusak tatanan sosial dan ekonomi kawasan ini.





