Mexico kini dalam status siaga tinggi setelah gelombang serangan balasan menyusul kematian pimpinan kartel narkoba paling dicari, Nemesio “El Mencho” Oseguera. Operasi militer yang menewaskan El Mencho dilakukan sekitar 130 km dari kota Guadalajara, markas besar Kartel Jalisco New Generation (CJNG).
Sebanyak 10.000 tentara dikerahkan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko untuk mengendalikan situasi keamanan. Di Guadalajara saja, sekitar 2.000 tentara ditugaskan guna menjaga ketertiban menghadapi potensi kerusuhan susulan.
Dampak Penutupan Sekolah dan Kehidupan Publik
Sekolah di Guadalajara dan beberapa kota lain terpaksa ditutup sementara. Transportasi publik mulai beroperasi kembali, tetapi jumlah penumpang sangat sedikit, menunjukkan masyarakat masih waspada dan takut situasi kembali memburuk.
Menurut Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch, operasi tersebut menewaskan sedikitnya 74 orang, termasuk 25 anggota Garda Nasional. Jumlah korban meninggal ini mencakup pertempuran setelah kematian El Mencho dan serangan kekerasan lanjutan.
Siapa El Mencho dan Pengaruhnya?
El Mencho dianggap sebagai sosok terakhir di antara para penguasa kartel yang bertindak brutal seperti Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael “El Mayo” Zambada dari Kartel Sinaloa. Ia adalah pendiri utama CJNG, yang sejak berdiri pada 2009 berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kejam di Meksiko.
Setelah kematiannya, anggota CJNG diduga melakukan pembakaran kendaraan dan menghalangi jalan di beberapa negara bagian. Mereka juga menyerang bank, SPBU, dan toko-toko sebagai bentuk balas dendam sekaligus untuk menciptakan kekacauan.
Respon Pemerintah dan Perspektif Internasional
Presiden Claudia Sheinbaum menyatakan bahwa situasi mulai berangsur normal dan kedamaian telah kembali. “Meksiko dalam keadaan tenang. Tidak ada penghalang jalan dan semua aktivitas mulai pulih,” ujarnya.
Pemerintah AS mengonfirmasi telah memberikan dukungan intelijen untuk operasi penangkapan El Mencho. Namun, Sheinbaum menegaskan hanya pasukan Meksiko yang terlibat langsung dan tidak ada keterlibatan militer AS dalam operasi tersebut.
Potensi Krisis Kekuasaan di CJNG
Para analis memperingatkan bahwa kematian El Mencho bisa memicu kekosongan kekuasaan dalam CJNG. Kondisi ini berisiko memicu pertikaian antar kelompok kriminal untuk menguasai posisi puncak, yang berpotensi meningkatkan tingkat kekerasan di masa mendatang.
Berikut ini ringkasan perkembangan situasi pasca kematian El Mencho:
- Penempatan 10.000 tentara di 20 negara bagian untuk menjaga ketertiban.
- Penutupan sekolah di Guadalajara dan sejumlah kota lain.
- Kematian 74 orang dalam operasi serta serangan balasan.
- Pembakaran dan penghalangan jalan oleh anggota CJNG.
- Penegasan kedamaian oleh Presiden Sheinbaum.
- Dukungan intelijen AS dalam operasi, tanpa keterlibatan pasukan.
- Kekhawatiran ahli akan perebutan kekuasaan dalam kartel.
Situasi keamanan di Meksiko tetap menjadi fokus utama pemerintah. Ancaman serangan lanjutan dan konflik internal dalam kartel menjadi perhatian khusus di tengah upaya pemulihan ketertiban publik dan aktivitas ekonomi.







