Bolivia telah mengakhiri hampir 18 tahun jeda dalam kerja sama anti-narkoba dengan Amerika Serikat dengan mengizinkan kembali operasi Badan Penegakan Narkotika AS (DEA) di wilayahnya. Pengumuman ini menandai perubahan kebijakan luar negeri penting di negara Andean tersebut.
Menteri Pemerintahan Bolivia, Marco Oviedo, menyatakan bahwa agen DEA sudah mulai beroperasi di Bolivia. Selain itu, Bolivia juga menjalin kerja sama dengan badan intelijen dan kepolisian Eropa untuk memperkuat pengawasan perbatasan dan membongkar jaringan perdagangan narkoba.
Sejarah Hubungan DEA-Bolivia
Pada tahun 2008, pemerintahan mantan Presiden Evo Morales mengusir seluruh agen DEA dari Bolivia. Morales menuduh AS menggunakan "perang narkoba" untuk memaksakan agenda politik dan ekonomi di Amerika Latin. Kebijakan ini menghentikan seluruh kerja sama penegakan hukum narkotika antara Bolivia dan AS selama hampir dua dekade.
Morales, yang sebelumnya memimpin serikat petani tanaman koka, mendapat dukungan kuat dari komunitas petani koka di pedesaan Bolivia. Tanaman koka memiliki peran tradisional dan ekonomi penting, meskipun juga merupakan bahan baku utama dalam produksi kokain. Kebijakan keras AS dianggap merugikan petani kecil yang menggantungkan hidup pada tanaman ini.
Perubahan Politik dan Pemulihan Hubungan
Pada pemilihan presiden Bolivia terbaru, dua kandidat sayap kanan memasuki putaran kedua, menggantikan pemerintahan sosialis yang telah lama berkuasa. Rodrigo Paz, kandidat dari Partai Demokrat Kristen, memenangkan pemilu dan memusatkan kampanye pada normalisasi hubungan dengan AS untuk memperbaiki ekonomi nasional.
Beberapa langkah cepat dilakukan oleh pemerintahan baru, termasuk pemulihan hubungan diplomatik serta penunjukan duta besar kedua negara setelah hampir 18 tahun. Pemerintah AS menyebut pemerintahan Paz sebagai peluang transformatif bagi kawasan.
Pendekatan Baru dalam Penanggulangan Narkoba
Kerja sama dengan DEA dan badan-badan Eropa baru ini difokuskan pada:
- Pengawasan perbatasan yang ketat
- Pembongkaran jaringan perdagangan narkoba
- Melibatkan badan anti-narkoba dari negara tetangga
Namun, rincian terkait batasan operasional DEA masih dalam negosiasi. Pemerintah Bolivia menegaskan akan merumuskan kesepakatan lengkap soal lingkup operasi DEA dalam beberapa bulan ke depan.
Konteks Regional dan Risiko Ketegangan
Seiring intensifikasi kampanye AS melawan perdagangan narkoba di kawasan, terutama di bawah Presiden Trump yang kembali menjabat, tindakan keras seperti penunjukan kartel narkoba sebagai “organisasi teroris asing” dan operasi militer telah meningkat. Dua serangan militer terhadap Venezuela dilancarkan dengan dalih pemberantasan narkoba, yang juga menimbulkan kontroversi internasional.
Kritikus menyoroti bahwa pendekatan militer yang agresif berpotensi melanggar hak asasi manusia dan melewati prosedur hukum, menimbulkan kekhawatiran terkait pelanggaran extrajudicial killings dan operasi rahasia.
Bolivia mengambil langkah strategis untuk kembali berkoordinasi dengan AS dan komunitas internasional dalam memberantas perdagangan narkoba. Namun, tantangan politis domestik dan kontroversi regional dapat memengaruhi efektivitas dan keberlanjutan kerja sama ini di masa depan.





