Tarek Saab Mundur Sebagai Jaksa Agung Venezuela dan Langsung Ditunjuk Jadi Ombudsman Sementara Dalam Kontroversi Hak Asasi Manusia

Venezuela mengalami pergantian penting dalam jajaran pejabat tinggi pemerintah setelah jaksa agung teratas, Tarek Saab, mengundurkan diri setelah hampir sembilan tahun menjabat. Meski mengundurkan diri dari posisi jaksa agung pada Februari, Saab langsung ditunjuk sebagai ombudsman sementara menggantikan pejabat sebelumnya yang juga mengundurkan diri.

Penunjukan Saab sebagai ombudsman oleh Majelis Nasional yang didominasi oleh partai yang berkuasa mendapat dukungan dari Presiden Majelis, Jorge Rodriguez. Rodriguez memuji keahlian Saab dalam bidang hak asasi manusia sebagai alasan utama pemilihan tersebut.

Selama masa jabatannya sebagai jaksa agung sejak 2017, Saab menangani berbagai kasus korupsi besar dan penangkapan tokoh oposisi serta demonstran. Namun, kelompok hak asasi manusia sering mengkritik Saab karena dianggap terlibat dalam penahanan tidak adil terhadap para aktivis dan lawan politik pemerintah.

Tarek Saab, yang juga dikenal sebagai seorang penyair dengan tato di tubuhnya, secara tegas menolak tuduhan bahwa pemerintah Venezuela menahan tahanan politik. Dalam wawancara dengan Reuters, ia menyatakan berharap undang-undang amnesti yang disahkan dapat menciptakan negara yang “100% damai.”

Dalam surat pengunduran dirinya yang dibacakan oleh Rodriguez, Saab menegaskan bahwa ia melaksanakan tugas dengan integritas dan kehormatan di tengah tantangan besar yang dihadapi negara. Ia mengklaim perannya adalah menjaga perdamaian dan melindungi hak-hak warga Venezuela selama periode agresi yang luar biasa terhadap bangsa tersebut.

Namun, tudingan terhadap Saab sebagai sosok yang memimpin “penindasan sistematis terhadap kritikus dan lawan politik” tetap dilontarkan berbagai organisasi HAM internasional. Human Rights Watch menyatakan bahwa pengangkatan Saab sebagai ombudsman adalah “penghinaan bagi para korban.”

Organisasi tersebut menuntut reformasi nyata yang dimulai dengan penunjukan jaksa agung baru yang independen. Mereka juga meminta agar tahanan politik dibebaskan dan memperoleh amnesti secara penuh.

Sebagai pengganti Saab sementara di posisi jaksa agung, Larry Devoe yang menjabat sebagai kepala Dewan Nasional Hak Asasi Manusia ditunjuk menjadi pelaksana tugas. Majelis Nasional berencana membentuk komite khusus untuk memilih pengganti definitif jabatan jaksa agung dan ombudsman.

Perubahan ini mencerminkan dinamika politik Venezuela yang terus bergejolak di tengah tekanan domestik dan internasional. Penunjukan pejabat baru di posisi kunci sangat dinantikan sebagai langkah menuju perbaikan situasi hak asasi manusia dan penegakan hukum di negara tersebut.

Terkait