India secara tegas menyatakan dukungannya kepada Israel di tengah konflik yang terjadi di Gaza. Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidatonya di Knesset, parlemen Israel, menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan pembunuhan warga sipil.
Dalam kunjungan dua hari pertamanya ke Israel, Modi mendapat sambutan meriah dari para anggota parlemen. Ia mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai tindakan barbar dan mengulangi komitmen India untuk mendukung perdamaian yang adil di kawasan tersebut.
Dukungan India kepada Israel dan Perdamaian Regional
Modi menegaskan India berdiri kokoh bersama Israel dengan keyakinan penuh, bahkan di tengah tuduhan genosida terhadap warga Palestina. Ia menegaskan bahwa India mendukung inisiatif perdamaian Gaza yang disahkan Dewan Keamanan PBB pada November lalu, yang menurutnya memberi harapan untuk perdamaian yang berkelanjutan dan adil bagi semua pihak di kawasan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut Modi di Bandara Ben Gurion dan menggambarkannya bukan hanya sebagai teman, melainkan saudara. Netanyahu juga mengapresiasi dukungan India pasca serangan Hamas dan menegaskan kesamaan kepentingan kedua negara.
Kemitraan Strategis dan Kerjasama Ekonomi
Modi menyebut hubungan India-Israel sebagai kemitraan yang terpercaya dan krusial bagi stabilitas serta kemakmuran global. Hubungan bilateral keduanya vital dalam bidang perdagangan dan keamanan. Kerjasama juga berlangsung di sektor teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.
India merupakan pelanggan senjata terbesar Israel dengan pembelian senilai 20,5 miliar dolar AS selama empat tahun terakhir. Pada 2024, volume perdagangan antara kedua negara mencapai 3,9 miliar dolar AS, didominasi oleh sektor pertahanan dan keamanan.
Kritik dan Kontroversi Dukungan India
Dukungan Modi terhadap Israel menuai kritik, terutama terkait perang yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina di Gaza. Data menunjukkan setidaknya 72.073 orang tewas dan 171.756 luka-luka akibat konflik tersebut. Bahkan selama masa gencatan senjata di Oktober, ratusan kematian masih dilaporkan.
Lebih dari 100 negara mengecam rencana Israel memperluas kendali atas Tepi Barat yang diduduki, langkah yang mengarah pada aneksasi wilayah tersebut. Di dalam negeri, sejumlah politisi India mendesak Modi untuk berbicara mengenai penderitaan warga sipil di Gaza, khususnya anak-anak yang menjadi korban.
Pandangan Publik dan Tinjauan Politik
Jurnalis Haaretz, Gideon Levy, menyoroti pentingnya kunjungan Modi di tengah opini publik India yang sebagian kritis terhadap Israel. Ia mengamati kemiripan gaya politik antara Modi dan Netanyahu yang sama-sama nasionalis dan konservatif.
Di sisi lain, sejumlah tokoh politik India menganggap dukungan Modi kepada Israel sebagai pengkhianatan atas tradisi anti-kolonial India dan posisi historis yang mendukung hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina berdasarkan resolusi PBB.
Perdana Menteri Modi melanjutkan kunjungannya dengan agenda mempererat kerjasama bilateral dan membahas isu-isu keamanan regional. Sikap India terhadap konflik Israel-Palestina menjadi perhatian global, menempatkan New Delhi di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.
