Antonio Tejero Pemicu Kudeta Gagal 1981 Tutup Usia 93 Tahun, Warisan Pahit Penguji Demokrasi Spanyol

Author: Qoo Media

Antonio Tejero Molina, mantan perwira Garda Sipil Spanyol yang memimpin kudeta gagal pada 23 Februari 1981, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Kabar ini diumumkan oleh pengacara keluarganya pada hari Rabu, bertepatan dengan dirilisnya dokumen rahasia terkait peristiwa tersebut oleh pemerintah Spanyol saat ini.

Kudeta 1981 merupakan titik balik dalam sejarah demokrasi Spanyol yang baru berkembang setelah rezim diktator Jenderal Francisco Franco selama lebih dari tiga dekade. Pada saat itu, Tejero dan kelompoknya menduduki gedung parlemen dan menahan para anggota legislatif selama hampir 24 jam dengan ancaman senjata.

Latar Belakang Antonio Tejero dan Kudeta Gagal

Antonio Tejero lahir di Alhaurin el Grande, dekat Malaga, pada tahun 1932. Masa kecilnya berlangsung di tengah gejolak Perang Saudara Spanyol yang berkobar antara tahun 1936 hingga 1939. Peristiwa tersebut mengantarkan Spanyol pada rezim otoriter di bawah Franco selama 36 tahun.

Saat melancarkan kudeta pada usia 48 tahun, Tejero sudah berkarier penuh di Garda Sipil, pasukan kepolisian militer Spanyol. Sebelumnya, pada 1978, ia pernah terlibat dalam upaya kudeta lain yang dinamai "Operasi Galaxy" dan sempat menjalani hukuman penjara selama tujuh bulan.

Momen Kudeta dan Dampaknya pada Demokrasi

Ketika Tejero memasuki parlemen, ia menghardik anggota dewan dengan seruan "Diam semua!" dan aksi tersebut terekam kuat dalam ingatan rakyat Spanyol. Namun, upaya kudeta terhenti setelah Raja Juan Carlos menyatakan dukungannya pada pemerintahan demokratis yang sah, menolak pemberontakan militer tersebut.

Sejarawan Javier Cercas menyebut bahwa peristiwa itu menandai berakhirnya dua abad intervensi militer dalam politik Spanyol. Ia menilai bahwa sebenarnya demokrasi mulai tumbuh secara nyata di negara ini sejak saat itu.

Hukuman dan Kehidupan Setelah Kudeta

Tejero dijatuhi hukuman 30 tahun penjara dengan tuduhan pengkhianatan militer. Ia kemudian dikeluarkan dari Garda Sipil dan kehilangan pangkatnya. Selama masa tahanan, ia justru menampilkan sisi lain dengan menekuni seni lukis dan menghasilkan hampir 300 karya seni.

Setelah dibebaskan dengan pembebasan bersyarat di akhir tahun 1996, Tejero tetap melanjutkan kegiatannya melukis. Lukisannya sempat diperdagangkan dengan harga mencapai 2.400 euro sebelum kemudian turun menjadi sekitar 600 euro.

Pandangan Tejero Mengenai Kudeta

Dalam sebuah wawancara dari penjara, Tejero mengungkapkan keyakinannya bahwa tindakannya dilakukan demi menyelamatkan Spanyol. "Saya sudah melakukan apa yang saya anggap perlu untuk menyelamatkan negara," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa meskipun kehilangan karier militer, semangat patriotismenya tidak pernah hilang.

Partai politik sayap kanan ekstrem yang didirikannya, Solidaritas Spanyol, gagal meraih kursi dalam pemilihan umum 1982. Sejak itu, Tejero memilih menjaga privasinya dan tidak pernah menerbitkan memoar.

Dengan wafatnya Antonio Tejero, satu bab penting dalam sejarah demokrasi Spanyol menutup lembarannya. Meskipun kudeta yang dipimpinnya gagal, peristiwa tersebut justru memperkuat komitmen negara dalam mempertahankan sistem demokrasi yang mulai dibangun pasca-rezim otoriter.

Terbaru