Hong Kong mogul media pro-demokrasi, Jimmy Lai, mendapatkan kemenangan penting dalam peluang banding terkait kasus penipuan yang menjeratnya pada tahun sebelumnya. Putusan ini keluar beberapa hari setelah Lai dijatuhi hukuman penjara atas dakwaan yang berbeda, yakni pelanggaran terhadap undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing.
Lai, pendiri surat kabar Apple Daily yang kini sudah tidak beroperasi, awalnya divonis penjara selama lima tahun sembilan bulan untuk kasus penipuan yang terkait dengan sengketa kontrak. Namun, Mahkamah Tinggi Hong Kong memutuskan untuk membatalkan vonis tersebut dan membebaskan Lai dari semua tuduhan penipuan yang menimpa dirinya.
Detail Putusan Banding Kasus Penipuan
Hakim Ketua Mahkamah Tinggi Jeremy Poon mengumumkan bahwa banding Lai diterima lengkap, dengan pembatalan semua putusan dan hukuman sebelumnya. Lai tidak datang langsung ke pengadilan dan tetap menjalani masa tahanan. Pemerintah Hong Kong melalui Departemen Kehakiman menyatakan akan meninjau putusan ini secara mendalam sebelum memutuskan apakah akan mengajukan banding kembali.
Kasus penipuan berawal dari klaim bahwa perusahaan konsultan yang dijalankan Lai untuk kepentingan pribadi menggunakan ruang kantor yang disewa Apple Daily, melanggar ketentuan kontrak sewa. Pengadilan sebelumnya menyatakan tindakan tersebut sebagai tindakan terencana dan berlarut-larut selama bertahun-tahun. Namun, hakim banding menilai bukti yang diajukan jaksa tidak cukup untuk menunjukkan representasi palsu oleh Lai.
Dampak Putusan Terhadap Hukuman Lai
Putusan pembebasan terhadap kasus penipuan ini menimbulkan ketidakjelasan tentang masa tahanan total Lai. Sebelumnya, Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena didakwa melakukan kolusi di bawah Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong yang diterapkan pada 2020. Dari masa hukuman tersebut, dua tahun dijalankan bersamaan dengan masa hukuman kasus penipuan yang kini sudah dibatalkan.
Hukuman 20 tahun penjara terhadap Lai merupakan yang terberat sejak diberlakukannya undang-undang tersebut. Pihak internasional, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa, mengkritik putusan itu sebagai hukuman yang sangat berat, bahkan disebut oleh beberapa pihak sebagai "hukuman mati efektif" bagi Lai.
Kondisi Penahanan dan Status Kesehatan
Jimmy Lai telah berada di balik jeruji sejak 2020 dan sebagian waktu masa tahanannya dihabiskan dalam isolasi. Pihak berwenang menyatakan isolasi itu karena permintaan Lai sendiri agar menghindari gangguan. Namun, banyak pihak yang khawatir dengan kondisi kesehatan Lai yang memburuk selama di penjara. Anak-anak, pengacara, dan kelompok advokasi hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran tersebut, meskipun aparat mengklaim Lai menerima perawatan yang memadai.
Kasus dan Putusan Terhadap Rekan Lai
Dalam kasus yang sama, eksekutif Apple Daily, Wong Wai-keung, juga sempat divonis dan menjalani hukuman penjara selama 21 bulan. Namun, vonis dan hukuman Wong juga dibatalkan bersama dengan putusan banding Lai.
Dengan membatalkan kasus penipuan ini, Hakim banding menunjukkan bahwa tuduhan terhadap Lai tidak cukup kuat berdasarkan bukti yang ada. Walau demikian, situasi hukum Lai masih sangat kompleks dengan tuduhan keamanan nasional yang membebaninya. Pemerintah Hong Kong kini harus mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya terkait putusan banding terbaru ini.
