Pasukan Pakistan melakukan serangan udara terhadap beberapa kota besar di Afghanistan, termasuk Kabul, sebagai eskalasi ketegangan yang menandai "perang terbuka" antara kedua negara. Menteri Pertahanan Pakistan menyampaikan pernyataan tersebut setelah berturut-turut terjadinya bentrokan selama beberapa bulan terakhir.
Serangan udara ini muncul setelah pasukan Afghanistan menyerang pos terdepan militer Pakistan di perbatasan pada Kamis malam, sebagai respons atas serangan sebelumnya oleh Islamabad. Kejadian ini memperburuk hubungan yang sudah memanas, dengan sebagian besar lintasan perbatasan darat tertutup sejak bentrokan mematikan pada Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi.
Latar Belakang Ketegangan
Pakistan menuduh pemerintah Taliban di Afghanistan gagal menindak kelompok militan yang kerap melancarkan serangan di wilayahnya. Taliban membantah tuduhan tersebut, sementara sebagian besar serangan diklaim dilakukan oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang mengintensifkan aksi kekerasannya sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.
Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, tujuan serangan termasuk fasilitas militer Taliban di Kabul, provinsi Paktia, dan Kandahar. Menteri Pertahanan Khawaja Asif menegaskan situasi sudah mencapai "konfrontasi penuh" dan mengumumkan bahwa kesabaran negaranya telah habis.
Pelanggaran Gencatan Senjata dan Upaya Diplomasi
Menurut analis keamanan kawasan, Michael Kugelman, serangan ini merupakan eskalasi signifikan dan berbahaya dari bentrokan sebelumnya. Pakistan tampaknya memperluas sasaran dari hanya kelompok TTP ke pemerintah Taliban itu sendiri.
Beberapa putaran negosiasi dilakukan yang melibatkan mediasi oleh Qatar dan Turki, namun belum menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama. Intervensi Saudi Arabia ikut membantu dengan membebaskan tiga prajurit Pakistan yang sebelumnya ditangkap di Afghanistan.
Sementara itu, Iran menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan kedua negara yang berbatasan langsung dengannya.
Situasi di Lapangan
Dalam serangan udara, jet tempur Pakistan terdengar selama berjam-jam di Kabul dan Kandahar, di mana para jurnalis mendengar ledakan keras dan tembakan. Meski demikian, Taliban melaporkan tidak ada korban jiwa dari pihak sipil akibat serangan tersebut.
Dalam operasi darat balasan, delapan tentara Afghanistan tewas. Serangan mortir juga mengenai kamp pengungsi di dekat pos perbatasan Torkham, melukai tujuh warga sipil termasuk seorang perempuan dalam kondisi serius.
Dampak dan Dinamika Konflik
Kedua militer melaporkan puluhan anggota pasukan masing-masing tewas dalam bentrokan terbaru yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Selain aksi militer, serangkaian bom bunuh diri juga meneror wilayah Pakistan dan Afghanistan, termasuk serangan di masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan sedikitnya 40 orang.
Kelompok teroris Negara Islam Khorasan juga mengklaim serangan bom bunuh diri di sebuah restoran di Kabul yang menewaskan banyak korban pada bulan sebelumnya. Dengan meningkatnya aksi kekerasan dan kegagalan negosiasi, ketegangan antara Pakistan dan pemerintah Taliban Afghanistan diperkirakan masih akan terus berlanjut.









